JAKARTA – Imam Besar Masjid Nabawi, Syekh Ahmad bin Ali Al-Hudhaify, memulai kunjungan kenegaraannya di Indonesia yang berlangsung selama empat hari, dari Selasa hingga Jumat. Kunjungan ini mencakup sejumlah agenda penting, di antaranya pertemuan dengan tokoh-tokoh agama dan negara, serta menjadi imam shalat dan menyampaikan khutbah Jumat di Masjid Istiqlal.
Kedatangan Syekh Ahmad bin Ali Al-Hudhaify disambut hangat oleh masyarakat dan pejabat Indonesia. Dalam sambutannya, Syekh Ahmad menyampaikan rasa cintanya kepada seluruh umat Muslim di Indonesia.
“Saya berterima kasih atas sambutan istimewa dari hadirin semua. Saya ingin menyampaikan bahwa saya sangat mencintai seluruh Muslim yang ada di Indonesia,” ujar Syekh Ahmmad melansir kantor berita Antara, Selasa (8/10).
Agenda kunjungan resmi Imam dan Khatib Masjid Nabawi ini diawasi langsung oleh Menteri Urusan Islam, Dakwah, dan Penyuluhan Kerajaan Arab Saudi, Syekh Abdul Latif bin Abdul Aziz Al-Syaikh. Kunjungan tersebut bertujuan untuk menggaungkan pesan dua masjid suci, serta memperkuat kerja sama antara Kerajaan Saudi dan negara-negara Islam dalam menyebarkan nilai-nilai moderasi, keseimbangan, dan toleransi.
Selama berada di Indonesia, Syekh Ahmad bin Ali Al-Hudhaify akan bertemu sejumlah tokoh penting. Pada hari pertama kunjungannya, ia dijadwalkan bertemu dengan Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI), dilanjutkan dengan pertemuan bersama Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas.
Rabu (9/10), Syekh Ahmad bin Ali dijadwalkan bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Negara. Selain itu, ia juga akan mengadakan pertemuan dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia.
Pada Kamis (10/10), Imam Besar Masjid Nabawi akan mengunjungi Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan menyampaikan ceramah umum di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Ia juga akan berkunjung ke Pondok Pesantren Darujannah di Jakarta.
Kegiatan puncak akan berlangsung pada Jumat (11/10) di Masjid Istiqlal, di mana Syekh Ahmad bin Ali Al-Hudhaify akan menjadi imam shalat Jumat dan menyampaikan khutbah. Meskipun demikian, pihak Kementerian Agama menyampaikan bahwa jadwal ini dapat berubah sewaktu-waktu.



