Fakta-Fakta Terbaru Konflik Terbuka Iran-Israel: Ribut di Dewan Keamanan PBB hingga Rencana Serangan Balasan

Serangan drone Iran ke Israel pada Sabtu (13/4/2024). FOTO: AP

4. Israel Rugi Miliaran Dollar

Upaya intersepsi Israel terhadap puluhan rudal dan drone Iran membuat Tel Aviv menelan kerugian miliaran dolar. Kerugian diperkirakan mencapai 5 miliar shekel atau setara dengan USD1,35 miliar.

Sebagaiamana dilansir oleh Anadolu Agency, Senin (15/4/2024), mantan penasihat keuangan kepala staf Israel Jenderal Ram Aminach mengatakan bahwa, “Biaya pertahanan tadi malam diperkirakan antara 4-5 miliar shekel (USD1,08-1,35 miliar)”. Pernyataan tersebut dikutip oleh harian lokal, Yedioth Ahronoth.

Bacaan Lainnya

“Saya hanya berbicara tentang intersepsi terhadap apa yang diluncurkan Iran dan kali ini bukan cedera yang kecil,” katanya.

5. Debat Panas di Dewan Keamanan (DK) PBB

Dewan Keamanan (DK) PBB menggelar rapat darurat untuk menyikapi situasi panas antara Iran dan Israel. Israel meminta DK PBB memberikan sanksi kepada Iran. Sedangkan Iran menilai PBB gagal menjaga perdamaian.

Dilansir AFP, Senin (15/4/2024), Duta Besar Israel untuk PBB Gilad Erdan menuding Iran sebagai sponsor teror yang mengganggu stabilitas kawasan dan dunia, terkait dengan serangan Iran ke Israel.

“Masker dilepas dan sarung tangan harus dipakai,” katanya, memohon agar DK PBB ‘mengambil tindakan’ tegas ke Iran.

Erdan meminta Dewan Keamanan menunjuk Garda Revolusi Iran sebagai organisasi teroris dan “menerapkan semua kemungkinan sanksi terhadap Iran sebelum terlambat.”

Ia secara khusus merujuk pada mekanisme “snapback”, yang memungkinkan negara-negara anggota perjanjian nuklir Iran tahun 2015—di mana AS keluar pada tahun 2018—untuk menerapkan kembali sanksi internasional terhadap Teheran.

“Kami mempunyai tanggung jawab kolektif sebagai anggota Dewan Keamanan untuk memastikan bahwa Iran mematuhi resolusi dewan dan menghentikan pelanggaran terhadap piagam tersebut,” kata Wakil Duta Besar AS Robert Wood.

Sementara itu, saat menyampaikan pidatonya, Duta Besar Iran untuk PBB Amir Saeid Iravani menegaskan bahwa republik Islam tersebut menggunakan hak bawaannya untuk membela diri. “Dewan Keamanan gagal dalam tugasnya menjaga perdamaian dan keamanan internasional,” katanya.

Oleh karena itu, menurut Iravani, Teheran tidak punya pilihan selain merespons. Irvani menegaskan bahwa negaranya tidak menginginkan eskalasi atau perang, namun akan merespons ancaman atau agresi apa pun.

Dia juga mengecam Israel dan meminta DK PBB memikul tanggung jawabnya. “Sudah waktunya bagi Dewan Keamanan untuk memikul tanggung jawabnya dan mengatasi ancaman nyata terhadap perdamaian dan keamanan internasional,” kata Iravani.

Pos terkait