Fakta-Fakta Pemancar 5G: Ancaman Terhadap Keselamatan dan Kesehatan Manusia  

Ilustrasi pemancar 5G. FOTO: Canva
  1. Sebagian Besar Studi 5G Menyesatkan (Misleading)

5G akan menggunakan gelombang milimeter yang berdenyut (pulse) untuk membawa informasi. Tetapi, seperti yang ditunjukkan oleh seorang peneliti, Dr. Joel Moskowitz, sebagian besar studi 5G selama ini dianggap menyesatkan karena menyebut 5G tidak mendenyutkan gelombang.

Padahal, gelombang mikro dalam teknologi 5G, sebagaimana menurut banyak peneliti, berdenyut (pulsed waves) dan memiliki efek biologis yang lebih mendalam pada tubuh makhluk hidup, termasuk manusia, dibandingkan dengan gelombang tak-berdenyut (non-pulsed waves).

Bacaan Lainnya

Bahkan, ada studi yang membuktikan bagaimana frekuensi berdenyut tersebut menyebabkan toksisitas gen (gene toxicity)dan untai DNA pecah.

5G di Indonesia

Sebelum 5G bisa di implementasikan, sebuah situs Teknokal Energi Bersinar menyarankan agar pemerintah RI melakukan studi, dengan semua pemegang saham yang terkait. Pemerintah Republik Indonesia disarankan untuk seharusnya membentuk tim di:

  • Warga dan Tokoh Masyarakat yang dihormati dan dipercaya sebagai organisasi independent.
  • Departemen kesehatan dan Kominfo untuk membentuk tim penelitian bersama LIPI (dalam pengawasan organisasi independent diatas dan DPR MPR, dan Ikatan Dokter Indonesia).
  • Militer, memberikan masukan akan dampak penggunaan gelombang elektromagnetik tingkat tinggi pada masyarakat.

Situs ini juga merekomendasikan agar operator telepon sebaiknya menghentikan semua rencana upgrade dari 4G to 5G, baik untuk perusahaan atau untuk publik hingga hasil penelitian diumumkan.◼︎

__________________

Sumber:

  • A 5G Wireless Future – Dr. Cindy Russell
  • Latest on 5G Spectrum – EMFields Solutions Ltd
  • IJMTER ISSN (online) 2349 – 9745 Evolution of Mobile Generation
  • Technology: 1G to 5G and Review of Upcoming Wireless Technology 5G – by Lopa J. Vora

Pranala Luar:

Pos terkait