AI Rakus Listrik, Wamendikti Stella Sebut Peluang Emas Energi RI

Ilustrasi kekayaan Energi Baru Terbarukan (EBT) di Indonesia. (AI Generate) 

Wakil Menteri Stella Christie menyoroti besarnya konsumsi listrik dan air dari teknologi kecerdasan buatan (AI). Hal ini dinilai menjadi peluang emas bagi sektor energi terbarukan Indonesia.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie menyebut tingginya konsumsi energi kecerdasan buatan sebagai peluang bagi Indonesia. Kebutuhan operasional AI yang masif dinilai sejalan dengan potensi energi terbarukan di dalam negeri.

Stella mengutip data pusat pangkalan data di Amerika Serikat yang menunjukkan konsumsi energi AI mencapai 155 triliun watt-hour. “Teman-teman, AI itu rakus luar biasa,” kata Stella dalam video di akun Instagram pribadinya pada Ahad (20/9/2026).

Menurut dia, jumlah pemakaian listrik tersebut akan terus melonjak setiap tahun. Stella memproyeksikan konsumsi listrik teknologi kecerdasan buatan kelak akan setara dengan total kebutuhan energi di wilayah Inggris Raya pada 2029.

Bacaan Lainnya

“Tahun lalu, pemakaian listrik AI itu sama dengan satu negara Latvia selama satu tahun. Tahun ini estimasinya sama dengan Romania,” tutur Stella menjelaskan besarnya skala kebutuhan tersebut.

Ancaman Krisis Air dan Potensi Energi Terbarukan

Selain menghabiskan pasokan listrik, operasional sistem kecerdasan buatan juga memicu pemborosan sumber daya air global. Ketersediaan energi kini menjadi faktor pembatas penentu laju ekspansi AI, bukan sekadar kelangkaan keping cip atau semikonduktor.

“Tahun lalu itu air minum untuk 1,2 juta orang terevaporasi. Lenyap dari bumi ini dipakai oleh AI,” ucapnya menegaskan dampak ekologis dari inovasi kecerdasan buatan.

Ihwal tingginya kebutuhan operasional itu, Stella justru melihat adanya celah keuntungan strategis bagi Indonesia. Keyakinan ini didukung oleh melimpahnya pasokan energi ramah lingkungan di nusantara yang belum tergarap secara maksimal.

Ia merinci potensi panas bumi Indonesia yang saat ini tercatat sebagai cadangan terbesar kedua di dunia. Selain itu, temuan cadangan hidrogen alami di dalam negeri baru-baru ini juga diprediksi masuk dalam daftar potensi terbesar secara global.

“Menyeramkan AI itu karena rakusnya luar biasa terhadap energi dan air, atau kita bahkan bisa jadi juara, karena kita punya peluang, kita punya banyak energi,” kata Stella.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan