Elektabilitas Dedi Mulyadi Salip Prabowo Subianto di Dua Survei  

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Setda Bogor)

​Selain itu, pada simulasi empat nama Dedi meraih 45,2 persen, Prabowo 23,5 persen, Anies 15 persen, Gibran 9,7 persen, dan 6,5 persen belum memilih. Pada simulasi tiga nama, Dedi mencapai 46,9 persen, Prabowo 28,8 persen, Anies 17 persen, serta 7,3 persen tidak menjawab.

​Terkait popularitas, Indikator mencatat pengenalan publik terhadap Prabowo nyaris mutlak di 98,8 persen, berbanding Dedi 88,2 persen. Namun, tingkat kesukaan masyarakat terhadap Dedi mencapai 88,3 persen, mengalahkan Prabowo yang berada di 68,1 persen.

​Indikator juga mengukur kepuasan publik atas pemerintahan Prabowo. Hasilnya, 49,5 persen responden puas, 48,8 persen tidak puas, dan 1,6 persen tidak menjawab. Angka SMRC sendiri mencatat tingkat kepuasan publik berada di 51 persen.

Bacaan Lainnya

​Metodologi Pengukuran  

​Sebelumnya, SMRC menggelar survei terhadap 749 responden dengan porsi 83,8 persen via telepon dan 16,2 persen tatap muka. Margin kesalahan survei ini berada di kisaran 3,7 persen.

​Adapun Indikator menarik sampel basis 3.700 responden secara tatap muka. Mereka menambah sampel ekstra yang terdiri dari 200 mahasiswa Jabodetabek, 200 buruh pabrik Jabodetabek-Karawang, dan 150 nelayan Pantura, sehingga totalnya 4.250 responden.

​Survei Indikator memakai metode multistage random sampling dengan pembobotan proporsional, serta margin kesalahan 1,6 persen. Meski metodologi berbeda, SMRC menyimpulkan ancaman nyata bagi petahana.

​”Jika pemilihan presiden dilakukan saat survei berlangsung dan Prabowo kembali maju, peluangnya untuk terpilih kembali menghadapi tantangan besar, terutama jika berhadapan langsung dengan Dedi,” ujar Deni. ***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan