Namun, ia menekankan perlunya peningkatan kapasitas UMKM agar mampu bersaing di pasar internasional. “UMKM perlu naik kelas, memiliki pasar ekspor, dan mampu bersaing secara global,” katanya.
Ubaid juga mendorong penguatan hilirisasi sumber daya alam. Menurut dia, Indonesia masih banyak mengekspor bahan mentah, lalu mengimpor kembali produk olahannya dengan harga lebih mahal.
“Fokus pengembangan komoditas menjadi barang setengah jadi atau barang jadi dapat meningkatkan nilai tambah ekspor Indonesia,” ujarnya.
Di sektor industri, depresiasi rupiah diperkirakan menaikkan biaya impor komoditas yang bergantung pada pasokan luar negeri. Kondisi ini dapat memicu kenaikan harga bahan baku energi hingga kebutuhan pokok.
“Kenaikan harga bahan baku energi, hingga kebutuhan pokok lainnya dapat menurunkan daya beli masyarakat,” kata Ubaid.
Karena itu, ia mengimbau masyarakat lebih bijak mengelola keuangan, menghindari belanja berlebihan, serta mengurangi pengeluaran berbasis keinginan. Ia juga mengingatkan warga agar berhati-hati terhadap pinjaman berbunga tinggi di tengah ekonomi yang fluktuatif.***





