Riset: 68 Persen Kata Kunci Internet Bisa Diretas Sehari

Ilustrasi kerentanan kata sandi pengguna internet di tengah meningkatnya ancaman peretasan berbasis komputasi modern. AI Generate
Sebuah riset keamanan siber global mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa 68 persen kata kunci pengguna internet dapat dibobol peretas hanya dalam waktu satu hari.

Keamanan data pribadi di ruang digital Indonesia berada dalam kondisi yang cukup mengkhawatirkan. Mayoritas pengguna internet dilaporkan masih menggunakan kombinasi pengaman yang terlalu sederhana dan mudah diprediksi oleh sistem komputasi modern.

Fenomena ini membuat akun media sosial, surat elektronik, hingga layanan perbankan digital menjadi sasaran empuk kejahatan siber. Para pelaku kriminal mampu menembus pertahanan digital korbannya tanpa membutuhkan waktu yang lama.

“Sebanyak 68 persen dari total kata kunci yang dianalisis dalam sampel global terbukti bisa ditebak dalam kurun waktu kurang dari 24 jam,” kata Kepala Peneliti Keamanan Siber Kaspersky Sergey Novikov pada Rabu, 20 Mei 2026. Menurut Sergey, hal ini dipicu oleh rendahnya kesadaran publik.

Bacaan Lainnya
Ancaman Peretasan Berbasis Kecerdasan Buatan

Para peretas saat ini tidak lagi menggunakan metode manual untuk membobol akun korban. Mereka memanfaatkan algoritma kecerdasan buatan yang mampu mencocokkan miliaran kombinasi kata, angka, dan simbol dalam hitungan detik saja.

Penggunaan nama tanggal lahir, nama hewan peliharaan, atau deretan angka berurutan seperti “123456” menjadi penyebab utama tingginya persentase kerentanan tersebut. Pola-pola linear seperti itu sangat mudah ditembus oleh peranti lunak berbahaya.

Langkah Pencegahan Proteksi Akun

Untuk menghindari risiko kerugian materiil dan moral, para pakar teknologi mendesak masyarakat segera memperbarui sistem pengaman mereka. Penggunaan kombinasi minimal 12 karakter yang terdiri dari huruf besar, angka, dan tanda baca sangat disarankan.

Selain itu, mengaktifkan fitur verifikasi dua langkah menjadi tameng tambahan yang mutlak diperlukan per hari ini. Dengan metode tersebut, perlindungan enkripsi akun digital milik pengguna diklaim bisa meningkat hingga mendekati 100 persen dari ancaman luar.***

Pos terkait