Matori Abdul Djalil
Setelah PKB resmi berdiri pada 1998, Matori Abdul Djalil terpilih sebagai ketua umum pertama. Politikus kelahiran Salatiga, 11 Juli 1942 ini memimpin PKB selama tiga tahun; dari 23 Juli 1998 – 15 Agustus 2001.

Di bawah kepemimpinan Matori, PKB meraih dukungan cukup signifikan pada Pemilu 1999, mencapai 13.336.982 atau 12% suara. Perolehan ini menempatkan PKB di posisi ketiga setelah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Golkar.
Langkah politik Matori di PKB berakhir setelah dia datang saat Sidang Istimewa MPR 2001 dengan agenda pemberhentian Gus Dur sebagai Presiden Republik Indonesia. Internal PKB pecah. Matori, yang waktu itu menjabat sebagai Wakil Ketua MPR mewakili PKB, dianggap membangkang. Pasalnya, PKB bermaksud mempertahankan Gus Dur menjadi Presiden RI hingga 2004. Karena keputusannya itu, Matori akhirnya diberhentikan dari jabatan Ketua Umum PKB.
Begitu tongkat komando pemerintahan beralih dari Gus Dur ke Megawati Soekarnoputri, Matori diangkat menjadi Menteri Pertahanan. Setelah itu, dia kemudian menggelar muktamar dan terpilih sebagai Ketua Umum PKB.
Namun, langkah politik Matori mendapat perlawanan. PKB kubu Gus Dur menggelar muktamar istimewa dan mengesahkan Alwi Shihab sebagai ketua umum. Dalam proses sengketa internal PKB itu, Mahkamah Agung (MA) memutuskan bahwa PKB Alwi Shihab lah yang sah.
Matori meninggal dunia pada 12 Mei 2007 setelah mengalami stroke.





