Siswa Diduga Keracunan, Dapur MBG Ketapang 03 Disetop Sementara

Ilustrasi.

Pemerintah Lampung Selatan menghentikan sementara dapur MBG Ketapang 03 setelah sejumlah siswa MI Ma’arif mengalami gejala keracunan.

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Lampung Selatan Ketapang 03 dihentikan sementara setelah sejumlah siswa MI Ma’arif mengalami gejala yang diduga akibat keracunan makanan.

Koordinator Wilayah SPPG Lampung Selatan Alfarizi membenarkan dapur yang dihentikan itu merupakan SPPG Lampung Selatan Ketapang 03. Penghentian dilakukan untuk evaluasi terhadap proses pengolahan dan distribusi makanan.

Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama meminta seluruh dapur Makan Bergizi Gratis yang belum memenuhi persyaratan perizinan tidak diizinkan beroperasi.

Bacaan Lainnya

Permintaan itu disampaikan setelah Radityo melakukan inspeksi mendadak ke dapur di Desa Pematang Pasir, Kecamatan Ketapang. Pemerintah daerah memeriksa kelengkapan administrasi, kondisi dapur, bahan makanan, serta prosedur pengolahan dan distribusi.

Penyebab gangguan kesehatan yang dialami siswa masih diperiksa. Pemerintah daerah belum mengumumkan hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan maupun bahan yang digunakan dapur.

Peristiwa tersebut terjadi ketika Badan Gizi Nasional merancang lokapasar bahan baku untuk dapur MBG. Kepala BGN Sudaryono mengatakan sistem itu akan digunakan untuk mengontrol mutu dan ketersediaan bahan pangan.

Tujuh komoditas yang direncanakan masuk dalam sistem tersebut ialah beras, minyak goreng, ayam, telur, daging, ikan, dan susu.

Menurut Sudaryono, sejumlah daerah di luar Jawa mengalami keterbatasan pasokan bahan segar. Kondisi itu dinilai dapat mendorong pengelola dapur membeli bahan tanpa memastikan kualitasnya.

BGN belum menjelaskan jadwal penerapan lokapasar maupun mekanisme penentuan pemasok. Sementara itu, dapur Ketapang 03 belum dapat kembali beroperasi sebelum evaluasi selesai.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan