Ia belum membeberkan siapa sosok yang dimaksud memberi uang besar itu.
Mantan Ketum PBNU Said Aqil Siradj menilai apa yang disampaikan oleh Cak Imin itu adalah hal biasa di dunia politik—termasuk ulama mendapat tawaran uang. “Sudah hal yang biasa, politik sejak dulu. Sejak zaman apalah, Dinasti Umayah, Dinasti Ottoman. Semua pakai uang, dan banyak sekali ulama su’, kata Imam Ghozali, itu ulama yang bisa dibeli,” kata Said Aqil, usai berkunjung ke kantor DPP Partai Nasdem di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (9/1/2023).
Saat ditanya apakah Said Aqil sempat ditawari sejumlah uang di masa pemilu 2024 ini, ia menjawab, “Saya ini semut, enggak mungkin ditawari uang banyak,” kata Said Aqil.
Semut yang dimaksud, kata dia, terkait dengan kisah Nabi Ibrahim alaihi salam yang dibakar oleh Raja Namrud. Saat itu ada mukjizat, seluruh binatang membantu meniup untuk memadamkan api yang membakar Nabi Ibrahim a.s.
“Termasuk semut, oleh binatang besar diketawain, kamu ngapain semut ikut meniup? Apa artinya, tiupan kamu itu? Jawaban semut, saya tahu tiupan saya tidak ada artinya, tetapi hanya menunjukkan saya berada di pihak mereka,” Said beranalogi.*
FOTO: Mantan Ketum PBNU KH. Said Aqil Siradj seusai berkunjung ke kantor DPP Partai Nasdem, Selasa (9/1). (Dok. Istimewa)





