Byarpet dan Bantahan yang Disicil: Drama Delapan Hari ESDM Soal Krisis Batu Bara

Ilustrasi: Gelap di rumah warga dan pasokan batu bara yang tersendat menggambarkan krisis listrik yang bukan sekadar soal stok, melainkan desain insentif dan tata kelola energi.

Selama harga DMO dibekukan sementara harga pasar dibiarkan melambung, dan selama kebijakan produksi nasional lebih berpihak menjaga harga global ketimbang menjamin pasokan domestik, byarpet seperti ini berisiko terulang—dengan bantahan resmi yang sama, dan pengakuan yang datang sama terlambatnya.

Publik berhak mendapat kepastian listrik tanpa harus menunggu delapan hari pejabat berubah pikiran.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan