Blokade Gaza Bikin Presiden Prancis Geram, Sebut Israel Memalukan

Ilustrasi pertemuan Presiden Prancis Emmanuel Macron dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. | Samudra Fakta
Presiden Prancis, Emmanuel Macron, menegaskan bahwa tindakan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang memblokade bantuan kemanusiaan ke Gaza sebagai “hal yang memalukan dan tidak dapat diterima”.

_________________

“Kondisi di Gaza sangat memprihatinkan. Tidak ada air, obat-obatan, korban luka tidak bisa keluar, dan dokter tidak diizinkan masuk,” Macron menggambarkan kondisi Gaza, sebagaimana dikutip dari AFP, Selasa, 13 Mei 2025.

Dia pun menegaskan bahwa kebijakan blokade dari pemerintah Netanyahu adalah sebuah tragedi kemanusiaan yang harus segera dihentikan. “Apa yang ia lakukan benar-benar memalukan,” imbuhnya.

Bacaan Lainnya

Macron juga menegaskan bahwa Israel bergantung pada bantuan Amerika Serikat, bukan pada Prancis. Maka dari itu, kata dia, hanya Amerika Serikat yang bisa memerintahkan Netanyahu mencabut blokade.

“Presiden (Donald) Trump punya pengungkitnya (kunci untuk memerintahkan Netanyahu membuka blokade). Saya punya kata-kata keras untuk Perdana Menteri Netanyahu. Saya marah, tapi mereka (Israel) tidak bergantung pada kami. Mereka bergantung pada senjata Amerika,” lanjutnya.

Macron mengaku sudah mengunjungi perbatasan antara Mesir dan Gaza awal tahun ini, di mana dia melihat semua bantuan yang diberikan Prancis dan negara-negara lain diblokir oleh Israel.

“Ini adalah tragedi kemanusiaan yang tidak dapat diterima,” katanya.

Terkait dengan hubungan Uni Eropa-Israel, Macron mengatakan bahwa merupakan pertanyaan terbuka bagi Eropa untuk mempertimbangkan: apakah kita harus melanjutkan diskusi, perjanjian kerja sama dengan Israel sebagaimana adanya.

Macron mengutip komentar terbaru dari pemerintah Belanda, yang menyerukan penilaian ulang kolektif atas hubungan dagang UE dengan Israel. Belanda telah lama menjadi salah satu sekutu terdekat Israel di Eropa.

Diketahui, Macron sendiri punya sikap tegas terhadap Israel. Ia juga berencana mengakui negara Palestina.
“Kami harus bergerak menuju pengakuan, dan kita akan melakukannya dalam beberapa bulan mendatang,” kata Macron seperti dikutip dari AFP, pada 11 April 2025.

Prancis merupakan salah satu negara Eropa yang memperjuangkan two state solution sebagai jalan keluar konflik Palestina-Israel. Termasuk ketika perang Gaza pecah.***

Pos terkait