YOGYAKARTA—Zainul Maarif dan empat aktivis Nahdlatul Ulama (NU) lainnya yang berangkat ke Israel mengemukakan dalih melakukan penelitian di negeri mayoritas Yahudi tersebut. Namun, ketika berpidato terkait hasil penelitiannya itu, Zainul menyatakan tidak setuju dengan aksi boikot terhadap Israel. Pemikiran yang kemungkinan lahir akibat pengaruh sponsor.
Pengurus NU Kebumen, Borni Kurniawan, menilai kasus Zainul merupakan bahan pembelajaran untuk kalangan akademisi agar tidak mudah menerima dana penelitian dari pihak-pihak tertentu—terutama dari Israel, yang saat ini sedang menjadi sorotan dunia terkait invasi negara tersebut ke Palestina.
“Jika mendapat biaya penelitian dari pihak Israel, tentu hal itu sangat sensitif. Sebab, para penyandang dana tidak akan serta merta menggelontorkan dana tanpa ada tujuan menyelipkan kepentingannya di balik topeng penelitian ilmiah,” kata Kurniawan, dikutip Ahad (21/7/2024).
Sebagaimana diketahui, Zainul dan rombongannya berangkat ke Israel disponsori Israel Trek atau iTrek, lembaga yang terafiliasi dengan Israel. ITrek sendiri punya program mendanai mahasiswa pascasarjana serta tokoh muda di seluruh dunia—termasuk dari Indonesia—untuk melakukan perjalanan ke ke negara mayoritas Yahudi tersebut. Tujuannya untuk meningkatkan citra Israel di kalangan publik.
Terkait kepentingan sponsor penelitian sebagaimana disinggung Kurniawan barangkali tampak dari Isi pidato Zainul Maarif di Israel. Dalam pidato tersebut, dia mengkritik langkah pemboikotan yang dilakukan oleh berbagai pihak untuk mengecam serbuan Israel ke Gaza. Zainul memandang boikot terhadap Israel sebagai langkah yang salah.
Berikut ini cuplikan video tentang pidato Zainul, sebagaimana dilansir Tribunnews:
“Pelajaran penting dari pengalaman (kunjungan aktivis NU ke Israel) ini adalah bahwa misi sebuah penelitian ilmiah dilihat dari sudut pandang kepentingan penyandang dana. Dalam konteks ini, kepentingan iTrek akan sangat mempengaruhi kesimpulan akhir dari sebuah penelitian. Subjektifitas akan kental bernuansa tujuan utama iTrek,” kata Kurniawan.





