Sementara itu, jika menilik rekam jejak lima aktivis muda NU yang berkunjung ke Israel pada awal Juli lalu, proses dan barangkali motivasi mereka jauh berbeda dari apa yang sudah ditempuh Gus Dur. Mereka disponsori Israel, sementara Gus Dur tidak.
Apalagi, menurut informasi yang berseliweran di group aplikasi perpesanan WhatsApp, sebagaimana dilihat oleh Samudra Fakta, beredar kabar jika masing-masing lima aktivis muda NU itu mendapatkan uang saku Rp800 juta. ‘Sangu’ dari sponsor. Informasi tersebut, menurut pantauan Samudra Fakta, ditulis oleh sahabat Gus Dur, Habib Abdullah.
Namun, Zainul Maarif—salah satu aktivis NU yang ikut bertemu Presiden Isaac Herzog—menyatakan jika dia dan empat aktivis NU lainnya tidak mendapatkan keuntungan finansial dari kunjungan tersebut. Entah mana yang benar, yang jelas Zainul dkk. datang ke Israel di tengah genosida Israel terhadap warga Palestina.*





