Banjir juga melumpuhkan jalur utama di Underpass Simpang Dewa Ruci. Kendaraan terjebak genangan, bahkan sejumlah mobil hanyut dan bertumpuk setelah air surut. “Banyak jalan terendam air sehingga akses terputus,” kata Kepala Seksi Operasi Basarnas Bali, I Wayan Juni Antara.
Meski demikian, Kepala Dinas Pariwisata Bali, I Wayan Sumarajaya, menyebut belum ada daya tarik wisata (DTW) yang terdampak. Ia meminta pengelola DTW, terutama yang berbasis alam, meningkatkan kesiapsiagaan.
Bandara Ngurah Rai Terganggu Akses
Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai tetap beroperasi normal, tetapi akses menuju bandara tersendat.
“Kami imbau calon penumpang datang lebih awal. Koordinasi dengan maskapai sudah dilakukan,” kata Communication and Legal Division Head Bandara, Gede Eka Sandi Asmadi.
Penyebab Banjir
Kepala BPBD Bali I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya menilai, banjir kali ini paling parah dalam sepuluh tahun terakhir. “Hampir seluruh wilayah Bali terendam banjir. Bahkan ada rumah dua lantai yang tenggelam hingga 2-3 meter,” ujarnya.
Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Denpasar menyebut fenomena gelombang ekuatorial Rossby sebagai pemicu hujan ekstrem.
“Gelombang ini mendukung pertumbuhan awan konvektif penyebab hujan lebat,” kata Ketua Kelompok Kerja Operasional Meteorologi BBMKG, Wayan Musteana.***





