Banjir Terparah Satu Dekade Terakhir Landa Bali, 9 Orang Tewas, Ratusan Dievakuasi

Kondisi banjir di Denpasar, Bali, Rabu (10/9). - AFP via BBC News Indonesia
Banjir terparah dalam satu dekade terakhir melanda Bali, menewaskan 9 orang, 2 orang hilang, dan melumpuhkan akses wisata serta bandara. Ratusan warga serta turis asing dievakuasi.

__________

Hujan ekstrem yang mengguyur Bali lebih dari 24 jam tanpa henti sejak Selasa (9/9) memicu banjir besar di enam kabupaten/kota. Peristiwa ini disebut sebagai banjir terparah dalam sepuluh tahun terakhir, menewaskan sembilan orang, membuat dua orang hilang, serta memaksa evakuasi ratusan warga dan wisatawan asing.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menetapkan status darurat bencana selama sepekan. Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan status ini memungkinkan pemerintah pusat membantu penanganan bencana. 

Bacaan Lainnya

“Awalnya status darurat bencana akan ditetapkan dua minggu, tapi setelah evaluasi cukup satu minggu,” kata Suharyanto di Denpasar, Rabu (11/9).

Turis Asing Dievakuasi

Tim SAR gabungan mengevakuasi puluhan turis dari Kuta dan Legian. Mereka terjebak banjir di hotel dan vila. “Ada turis Australia, Rusia, hingga Korea Selatan yang dibawa ke tempat aman,” ujar Kepala Basarnas Bali, I Nyoman Sidakarya.

Seorang turis Australia, Kim Eastough, mengatakan rumah yang ia tinggali di Legian terendam lumpur. “Airnya mulai surut dan saya bisa melihat lumpur dan segala sesuatu di lantai vila saya,” katanya, dikutip dari Perth Now.

Akses Pariwisata Lumpuh

Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menetapkan status tanggap darurat. Pemkot setempat mendirikan posko terpadu dan memerintahkan pendataan warga terdampak.

Banjir juga melumpuhkan jalur utama di Underpass Simpang Dewa Ruci. Kendaraan terjebak genangan, bahkan sejumlah mobil hanyut dan bertumpuk setelah air surut. “Banyak jalan terendam air sehingga akses terputus,” kata Kepala Seksi Operasi Basarnas Bali, I Wayan Juni Antara.

Meski demikian, Kepala Dinas Pariwisata Bali, I Wayan Sumarajaya, menyebut belum ada daya tarik wisata (DTW) yang terdampak. Ia meminta pengelola DTW, terutama yang berbasis alam, meningkatkan kesiapsiagaan.

Bandara Ngurah Rai Terganggu Akses

Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai tetap beroperasi normal, tetapi akses menuju bandara tersendat. 

Pos terkait