Kasus tragis di Sukabumi mengingatkan bahaya laten cacing gelang yang kerap dianggap sepele.
Malang benar nasib Raya, balita asal Kampung Padangenyang, Desa Cianaga, Kecamatan Kabandungan, Sukabumi. Anak berusia belia itu meninggal dunia akibat cacingan akut. Tubuhnya dipenuhi cacing gelang yang bersarang di usus.
Raya hidup dalam kondisi memprihatinkan. Sang ibu mengalami gangguan jiwa, sementara ayahnya sakit paru-paru (TBC). Situasi keluarga itu membuat kesehatan Raya luput dari perhatian.
Menurut catatan medis, Raya menderita askariasis, infeksi akibat cacing gelang Ascaris lumbricoides. Cacing jenis ini mudah menular lewat tangan kotor, makanan, atau minuman yang terkontaminasi telur cacing.
Dalam buku Helmintologi dan Protozoologi untuk Kedokteran dan Kesehatan karya Hebert Adrianto, disebutkan cacing gelang betina mampu menghasilkan hingga 200 ribu telur per hari. Telurnya tahan hidup di tanah bahkan dalam kondisi kering, sehingga penyebarannya sangat luas di dunia.
Masih dari sumber yang sama, cacing gelang juga digambarkan berbentuk silindris dengan kulit halus berwarna merah muda pucat ketika baru keluar bersama tinja, lalu berubah putih di luar tubuh. Betina berukuran 22–35 cm dengan ekor lurus, sedangkan jantan 10–31 cm dengan ekor melengkung serta dilengkapi copulatory spikula untuk menempel pada betina ketika kawin.
Buku tersebut juga menjelaskan bahwa bila jumlahnya banyak, cacing gelang bisa berkumpul membentuk massa bola yang menyumbat usus, terutama di bagian ileosekum. Kondisi ini kerap memicu komplikasi serius hingga kematian.
Sementara itu, buku Kelangsungan Hidup Anak karya Fatimah dan Rahmah Juliani Siregar menegaskan cacing gelang dapat menyebar melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi. Gejalanya sering kali tidak khas, sehingga infeksi baru disadari ketika cacing ikut keluar bersama tinja.
Selain menyerang usus halus, cacing gelang juga dapat bermigrasi ke paru-paru. Anak-anak yang terinfeksi sering kali batuk-batuk tanpa sebab jelas.
Kasus yang menimpa Raya menjadi peringatan keras. Cacingan yang sering dianggap penyakit ringan, ternyata bisa merenggut nyawa. Kebersihan lingkungan, akses sanitasi, dan perhatian pada kesehatan anak mutlak dibutuhkan untuk mencegah tragedi serupa. ***


