Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengklaim telah menyerang lebih dari 100 target militer dan keamanan di Tel Aviv dalam gelombang ke-61 Operasi True Promise 4, Rabu, 18 Maret 2026, sebagai balasan atas kematian Ali Larijani.
IRGC menyebut serangan menggunakan rudal Khorramshahr-4 dan Qadr dengan hulu ledak majemuk, serta proyektil Emad dan Kheibar Shekan. Mereka mengeklaim seluruh target di “jantung wilayah pendudukan” berhasil dihantam tanpa hambatan.
IRGC seperti disiarkan Press TV, juga menyatakan serangan tersebut dimungkinkan setelah “kehancuran sistem pertahanan udara berlapis” milik Israel. Laporan lapangan yang dikutip menyebut adanya pemadaman listrik sebagian di Tel Aviv serta kesulitan otoritas setempat dalam menangani dampak serangan.
Dampak Serangan di Israel
Di sisi lain, Jerussalem Post menyebut dua warga sipil berusia sekitar 70 tahun tewas di Ramat Gan akibat pecahan rudal hasil pencegatan. Data dari Magen David Adom (Palang Merah) menyebut lima orang lainnya mengalami luka ringan. Polisi Israel melaporkan sedikitnya delapan lokasi terdampak pecahan rudal di wilayah tengah. Dinas Pemadam Kebakaran mencatat sejumlah kendaraan terbakar di Holon setelah kabel listrik roboh akibat serangan.
Kerusakan juga terjadi di sekitar stasiun Tel Aviv Savidor Center. Operasional kereta dihentikan sementara, dengan layanan antar-jemput diberlakukan antara Herzliya, Tel Aviv, dan Bandara Ben Gurion.
Tim pencarian dan penyelamatan militer Israel (IDF) dikerahkan ke sejumlah titik terdampak. Pemadam kebakaran juga bekerja di beberapa distrik di wilayah Dan, termasuk Ramat Gan.
Wali Kota Ramat Gan, Carmel Shama Hacohen, menyebut serangan tersebut sebagai “malam yang berat” bagi kotanya. “Kami dihantam rentetan serangan multi-peluncuran yang mematikan. Banyak warga terluka dan situasi masih berkembang,” ujarnya.
Komandan Komando Pertahanan Dalam Negeri Israel, Shai Klapper, mengonfirmasi dua korban jiwa dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Ia juga memastikan operasi pencarian dan bantuan masih terus berlangsung di lokasi terdampak.
Serangan ini merupakan bagian dari eskalasi terbaru antara Iran dan aliansi Amerika Serikat–Israel. IRGC juga mengklaim telah menargetkan lokasi strategis lain, termasuk al-Quds, Haifa, Be’er Sheva, dan Gurun Negev, serta pos-pos militer AS di kawasan Teluk.***





