AS Laporkan Kematian Manusia Pertama Akibat Flu Burung, Kasus Serupa Diprediksi Bakal Banyak Terjadi 

Ilustrasi. (SF)
Amerika Serikat (AS) mencatat kasus kematian pertama manusia akibat flu burung (H5N1). Kasus kematian yang dilaporkan oleh Departemen Kesehatan Louisiana pada Senin, 6 Januari 2025, waktu setempat itu terjadi pada seseorang warga Louisiana yang tertular virus dari ayam dan burung liar yang berada dalam kawanan ternak di halaman belakang rumahnya.

Orang meninggal yang tak disebutkan identitasnya itu dilaporkan berusia di atas 65 tahun dan memiliki riwayat medis yang diduga menjadi salah satu penyebab kematian. Namun, belum jelas apa kondisi medis tersebut meningkatkan risiko infeksi akibat flu burung yang lebih parah.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS, dalam sebuah pernyataan resminya, mengatakan bahwa peristiwa kematian itu tidak mengubah penilaian mereka terhadap risiko yang ditimbulkan oleh virus tersebut saat ini—yang dinilai cukup rendah.

“CDC telah mempelajari informasi yang tersedia tentang individu yang meninggal di Louisiana, dan terus menilai bahwa risiko terhadap masyarakat umum tetap rendah,” kata CDC dalam pernyataannya, seperti dikutip melalui Stat News, Selasa, 7 Januari 2024.

Bacaan Lainnya

Namun demikian. para ahli di AS memperingatkan adanya kemungkinan bakal ada kasus serupa di masa mendatang.

“Saya ragu untuk membuat terlalu banyak prediksi tentang virus ini. Tetapi, saya merasa sangat yakin untuk memprediksi bahwa kita akan melihat lebih banyak kasus fatal jika virus H5 terus beredar di burung dan sapi perah, yang tampaknya mungkin terjadi,” kata Richard Webby, ahli virologi flu yang memimpin Pusat Kolaborasi Organisasi Kesehatan Dunia untuk Studi Ekologi Influenza pada Hewan, di Rumah Sakit Penelitian Anak St. Jude di Memphis, Tennessee.

Sedangkan ahli virus lainnya, Angela Rasmussen, memprediksi bahwa, untuk melihat lebih banyak kasus serupa, itu hanya masalah waktu saja. “Saya merasa sudah menunggu hal seperti ini terjadi,” kata virologi yang mempelajari penyakit menular baru di Organisasi Vaksin dan Penyakit Menular Universitas Saskatchewan di Saskatoon, Kanada ini.

Sebagai informasi, virus H5N1 tercatat telah merenggut lebih dari 450 nyawa secara global sejak 2003. Dan kasus Lousiana merupakan kematian pertama akibat virus tersebut di Amerika Utara.

AS sendiri telah mencatat ada 67 kasus infeksi H5N1 pada manusia di negara tersebut, di mana semua—kecuali satu—terjadi pada tahun 2024. Semua kasus disertai gejala ringan.***

Pos terkait