Amalan Utama Berburu Lailatul Qadar Menurut Sunnah Nabi, Nomor 4 Sering Dilupakan Umat Islam

Ilustrasi malam Lailatul Qadar. Foto:Canva

Menurut Imam al-Ghazali Al-Hafizh Ibnu Rajab mengatakan bahwa menegakkan malam lailatul qadar adalah menghidupkan malamnya dengan salat tahajud.

Menurut Sufyan At-Tsauri amalan sunah Nabi yang paling utama pada malam lailatul qadar adalah berdoa:   قال سفيان الثوري: الدعاء في تلك الليلة أحب إلي من الصلاة، قال: وإذا كان يقرأ، وهو يدعو، ويرغب إلى الله في الدعاء والمسألة، لعله يوافق. انتهى

Artinya, “Sufyan at-Tsauri Berdoa di malam itu lebih aku sukai dibanding salat.” Dan jika ia membaca (Al-Qur’an) dan memohon dengan bersungguh-sungguh kepada Allah di dalam doa dan permintaan hajatnya maka semoga Allah mengabulkannya.”

Bacaan Lainnya

Terkait ungkapan Sufyan At-Tsauri, Al-Hafizh Ibnu Rajab berkata:   لتي لا يكثر فيها الدعاء وإن قرأ ودعا كان حسنا. وقد كان النبي صلى الله عليه وسلم يتهجد في ليالي رمضان ويقرأ قراءة مرتلة لا يمر بآية فيها رحمة إلا سأل ولا بآية فيها عذاب إلا تعوذ. فيجمع بين الصلاة والقراءة والدعاء والتفكر. وهذا أفضل الأعمال وأكملها في ليالي العشر وغيرها والله أعلم

Artinya, “Maksudnya adalah memperbanyak doa lebih utama dibanding shalat yang di dalamnya tidak terdapat banyak doa. Dan jika ia membaca (Al-Quran) dan berdoa maka lebih bagus.”

Beliau berdalil dengan realita bahwa Nabi Muhammad saw melaksanakan salat tahajud di malam-malamnya bulan Ramadhan dan membaca Al-Quran dengan tartil. Ketika beliau membaca ayat tentang rahmat maka beliau berdoa, dan bila membaca ayat azab maka beliau meminta perlindungan kepada Allah. 

Pos terkait