Amalan Utama Berburu Lailatul Qadar Menurut Sunnah Nabi, Nomor 4 Sering Dilupakan Umat Islam

Ilustrasi malam Lailatul Qadar. Foto:Canva

Lailatul Qadar adalah malam yang sangat istimewa dalam agama Islam. Dikatakan bahwa nilainya melebihi dari seribu bulan, sesuai dengan firman Allah dalam Surah Al-Qadr (97:3) dalam Al-Qur’an. Karena keistimewaannya, malam Lailatul Qadar menjadi waktu yang sangat diperhitungkan bagi umat Islam dalam beribadah, terutama di dalam bulan Ramadhan.

Mencari Lailatul Qadar merupakan tradisi umat Islam. Meskipun tanggal pastinya tidak diketahui, umat Islam dianjurkan untuk melakukan ibadah di malam-malam terakhir Ramadhan, terutama pada malam ganjil terakhir (21, 23, 25, 27, atau 29) dengan harapan bertemu Lailatul Qadar.

Orang-orang menghabiskan malam ini dengan salat, dzikir, membaca Al-Qur’an, berdoa, dan melakukan amal kebajikan lainnya dengan harapan mendapatkan pahala yang besar. Melansir laman NU Online,  berikut 4 amalan yang bisa dilakukan saat memburu lailatul qadar:

Amalan sunah Nabi pada malam lailatul qadar telah dijelaskan dalam hadits riwayat Imam Al-Bukhari. Nabi Muhammad saw bersabda:    مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِه، وَمَنْ قَامَ لَيْلَةَ القَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Bacaan Lainnya

Artinya, “Barangsiapa melaksanakan puasa Ramadhan karena iman kepada Allah dan mengharapkan pahala (hanya dari Nya), maka akan diampuni dosa-dosa yang telah dikerjakannya, dan barangsiapa menegakkan malam lailatul qadar (mengisi dengan ibadah) karena iman kepada Allah dan mengharapkan pahala (hanya dari Nya) maka akan diampuni dosa-dosa yang telah dikerjakannya.” (HR Al-Bukhari). 

Pos terkait