JAKARTA—Lebaran makin dekat, momen yang paling ditunggu-tunggu pun telah tiba: mudik. Jalan-jalan bakal padat pemudik. Demi kelancaran perjalanan mudik—terutama bagi yang mudik dari wilayah Jabodetabek—Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menyiapkan sejumlah rekayasa lalu-lintas.
Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyampaikan jika Hari Raya Idul Fitri 2024 bisa dipastikan jatuh pada 10 April 2024. Muhadjir menyampaikannya usai menghadiri rapat koordinasi lintas sektoral soal kesiapan pelaksanaan Operasi Ketupat 2024 bersama Polri, Senin (25/3/2024) pekan lalu.
Meski demikian, Wakil Menteri Agama (Wamenag) Saiful Rahmat Dasuki, kepastian Idul Fitri 2024 tetap akan diputuskan setelah Sidang Isbat yang rencananya digelar pada Selasa, 9 April 2024.
“Untuk Sidang Isbat tetap kita laksanakan pada tanggal 9 April 2024, dengan mempertimbangkan posisi ketinggian hilal saat itu berkisar antara 4 derajat 52,7 menit sampai dengan 7 derajat 37,8 menit, dan elongasi berkisar antara 8 menit 23, 08°23,68 menit sampai dengan 10°12,94 menit,” kata Saiful usai, menghadiri rakor lintas sektoral persiapan Ops Ketupat 2024 di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Senin (25/3/2024).
Namun demikian, sebagaimana pernyataan Muhadjir, Saiful juga memperkirakan Idul Fitri 1445 H jatuh pada 10 April 2024. “Dengan kondisi seperti itu insyaallah di Hari Raya Idul Fitri akan diselenggarakan secara bersama-sama bagi seluruh umat muslim di seluruh Indonesia,” ujar dia.
“Tapi nanti akan kita konfirmasi lagi pada tanggal 9 April untuk melakukan sidang isbat di Jakarta,” imbuhnya.
Bagi masyarakat yang berencana pulang kampung, Pemerintah mengimbau agar mudik awal untuk mengantisipasi kepadatan saat arus mudik. Selain itu, mudik lebih awal bertujuan agar masyarakat terhindar dari kemacetan di jalan.
“Berkaitan dengan puncak mudik yang tadi disampaikan oleh Pak Menko PMK itu mulai H-4, tapi kalau hari ke 4, 3, 2, 1, itu akan tinggi sekali (jumlah masyarakat yang mudik),” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi
Korlantas Polri juga telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas pada pelaksanaan Mudik Lebaran 2024. Pengaturan yang diberlakukan mulai dari ganjil-genap, one way, hingga contraflow akan diterapkan.
Kakorlantas Polri Irjen Pol. Aan Suhanan menyebut, aturan penerapan rekayasa lalin diatur dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) yang telah ditandatangani Polri bersama dengan Kemenhub dan Kementerian PUPR.
“Sesuai dengan SKB yang ada, kami juga akan melakukan pembatasan mobilitas kendaraan dengan menerapkan ganjil-genap. Artinya, kendaraan yang bisa beroperasi di jalan-jalan tol tertentu yang sudah disepakati di SKB ini akan kita batasi mobilitasnya, sesuai dengan tanggal pada hari itu,” jelas Aan Suhanan, dari wawancaranya dengan TVRI, Senin lalu.
Selain itu, Aan menambahkan, kendaraan yang melintas selama Mudik Lebaran 2024 akan dipantau oleh kamera ETLE. Apabila pemudik terlihat melakukan pelanggaran tanpa harus diputarbalikkan.
“Bila tanggalnya tanggal genap maka yang berlaku hanya mobil genap, yang bisa melintas di ruas-ruas jalan tol yang sudah ditentukan,” kata Kakorlantas.
Sementara itu, Dirjen Perhubungan Darat Hendro Sugiatno menuturkan, SKB yang telah disepakati merupakan keputusan terkait pemberlakuan rekayasa lalin selama perjalanan Mudik Lebaran 2024 sesuai dengan tanggal yang ditentukan.
“Saya akan menegaskan pada SKB, yaitu mengenai manajemen dan rekayasa lalu lintas jalan tol ke arah timur, yaitu contraflow dari Kilometer genap sampai Kilometer 72 berlaku mulai tanggal 5 April 2024. Sementara untuk one way mulai Kilometer 72 sampai kilometer 414 sama, mulai 5 April dan 8 juga 9 April 2024 berlaku untuk arus mudik,” tegasnya.
Simak jadwal pastinya pada inforgrafis berikut ini:





