Jawa Timur Sabet Tiga Penghargaan Program Pembinaan Keluarga Kemenag

Kemenag Jatim
Provinsi Jawa Timur berhasil meraih tiga penghargaan dalam program THE MOST KUA 2026 (Move for Sakinah Maslahat). (Humas Kemenag Jatim)

Jawa Timur menyabet tiga penghargaan nasional dalam program THE MOST KUA 2026 yang digelar Kementerian Agama untuk memperkuat fungsi KUA sebagai pusat ketahanan keluarga.

Provinsi Jawa Timur mengukir prestasi nasional dengan membawa pulang tiga penghargaan dalam program THE MOST KUA 2026. Ajang pembinaan keluarga sakinah ini diselenggarakan oleh Kemenag RI.

Tiga penghargaan tersebut diraih oleh tiga jenjang berbeda. Capaian ini mencakup kategori kantor wilayah provinsi,kantor kementerian agama tingkat kabupaten, hingga unit pelaksana teknis tingkat kecamatan.

Kanwil Kemenag Jawa Timur ditetapkan sebagai Terbaik II kategori provinsi. Sementara itu, Kemenag Kabupaten Tuban menempati posisi Terbaik III kategori kabupaten/kota.

Bacaan Lainnya

Prestasi tertinggi diraih KUA Kebomas, Kabupaten Gresik, yang berhasil menyabet predikat Terbaik I kategori KUA.Penghargaan diserahkan berdasarkan hasil evaluasi program pembinaan keluarga selama Ramadan 1447 H.

Transformasi Peran Menjadi Pusat Edukasi

Kepala Kanwil Kemenag Jatim Akhmad Sruji Bahtiar menyatakan apresiasinya terhadap seluruh jajaran penghulu dan penyuluh. Ia mengingatkan agar KUA tidak sekadar berfokus pada urusan administrasi pernikahan.

Menurut Bahtiar, KUA perlu bertransformasi menjadi pusat edukasi, konsultasi, dan pendampingan keluarga. Langkah tersebut krusial guna memperkuat ketahanan keluarga serta mencetak generasi masa depan berkualitas.

Kepala Bidang Urusan Agama Islam Kanwil Kemenag Jatim Munir menambahkan, keberhasilan ini adalah buah kolaborasi seluruh pihak. Ia mendorong seluruh kantor layanan terus berinovasi dalam pendampingan masyarakat.

Jangkauan Luas Pembinaan Ramadan

Program THE MOST KUA menghadirkan bimbingan bagi remaja usia sekolah dan usia nikah, konseling pencegahan konflik, hingga penguatan ekonomi keluarga. Program dijalankan lewat metode tatap muka maupun daring.

Evaluasi mencatat program nasional ini melibatkan 1.941 KUA dari 309 kabupaten/kota di 24 provinsi. Secara keseluruhan, tercatat 6.713 laporan kegiatan dengan partisipasi menjangkau sekitar 600.000 warga.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan