Dokter Tan Shot Yen, ahli gizi, menilai Program Makan Bergizi (MBG) yang digerakkan Badan Gizi Nasional (BGN) telah melenceng dari tujuan awal. Ia menyoroti masuknya produk instan Danone dalam program tersebut yang dianggap bertentangan dengan semangat edukasi gizi dan peraturan pemerintah.
Ahli gizi sekaligus dokter, Tan Shot Yen, menyebut implementasi program MBG telah bergeser dari tujuan edukatif menjadi ajang distribusi produk instan.
“Bangsa kita tidak butuh susu formula. Bangsa kita butuh edukasi,” tegas Tan, dalam audiensi dengan Komisi IX DPR RI bersama CISDI, GKIA, dan JPPI di Gedung Parlemen Senayan, Senin (22/9) lalu.
Ia menekankan anak-anak Indonesia seharusnya bisa mendapat asupan terbaik dari air susu ibu (ASI) hingga usia dua tahun.





