Ahli Gizi: Keracunan MBG Bukan Kejadian Biasa, Perlu Investigasi Serius

Ilustrasi kegiatan MBG. (Instagram Badan Gizi Nasional)
Perhatikan Jam Pembagian MBG

Menurut Paramita Viantry, Dosen Prodi S1 Gizi Universitas Nahdlatul Ulama (Unusa), salah satu yang perlu dievaluasi adalah waktu pelaksanaan MBG.

“Dulu, kan, awalnya Makan Siang Gratis (MSG) sekarang diganti jadi MBG. Waktu pelaksanaan MBG harus betul-betul diperhatikan karena berkaitan dengan ketahanan makanan yang dibagikan ke siswa,” ujarnya, Selasa, 21 Januari 2025.

Menurut Paramita, jika MBG dijadikan sebagai sarapan siswa di sekolah, maka batas maksimal pembagian adalah jam 8 pagi. Mengingat durasi sarapan idealnya hingga jam 8 pagi.

Bacaan Lainnya

Sedangkan apabila MBG dijadikan sebagai makan siang siswa maka batas maksimal pelaksanaannya adalah jam 2 siang.

“Makan siang itu, kan, mulai jam 11 sampai jam 2 siang. Kalau memang MBG-nya untuk sarapan, siswa diinfo untuk tidak sarapan di rumah, karena sarapan bersama di sekolah,” tuturnya.

Paramita mengingatkan jika waktu pelaksanaan MBG berkaitan dengan durasi ketahanan makanan. Jika pengemasannya kurang tepat, makanan bisa cepat basi.

“Misalnya makanan yang sudah dimasak langsung dikemas dan ditutup rapat, kan, bisa menyebabkan makanan berkeringat. Begitu pula kalau makanan untuk makan siang, kalau terlalu lama dalam kemasan dengan kondisi berkeringat, itu bisa cepat basi. Jadinya tidak baik dikonsumsi anak-anak,” tegasnya. ***

Pos terkait