Tanpa razia dan tanpa penertiban. Kali ini Satpol PP Surabaya mendatangi anak PAUD dengan membawa lagu, senam, dan pelajaran mengantre.
Seragam Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) biasanya identik dengan penertiban pedagang kaki lima. Namun, di Aula Al Marwah, Masjid Al Akbar Surabaya, Selasa (22/9/2026), seragam itu berhadapan dengan 275 bocah yang sedang belajar mengantre.
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggelar Satpol PP Goes to School PAUD untuk memperkuat pendidikan karakter sejak dini. Sasarannya tidak berhenti pada pengenalan ketertiban. Pemkot ingin perilaku positif benar-benar melekat dalam keseharian anak.
Peserta kegiatan itu berasal dari Raudatul Athfal (RA) Masjid Al Akbar sebanyak 181 siswa dan RA Ittaqu sebanyak 94 siswa, dengan didampingi 45 guru. Mereka diajak bernyanyi, bersenam, dan melatih kebiasaan kecil yang kelak ikut membentuk watak.
Berawal dari Hal-Hal Sepele
Bunda PAUD Kota Surabaya Rini Indriyani menilai pendidikan anak usia dini (PAUD) memegang peran besar dalam pembentukan karakter. Karena itu, kedisiplinan perlu dikenalkan lewat kegiatan sederhana yang sesuai dengan usia anak.
“Contohnya sederhana, seperti membuang sampah pada tempatnya, belajar mengantre, kemudian makan sambil duduk dan tidak berlari-lari,” kata Rini.
Kebiasaan sepele itu, menurut dia, akan terasa dampaknya bertahun-tahun kemudian. “Dampaknya akan luar biasa ketika mereka dewasa karena kebiasaan disiplin tersebut sudah terbentuk sejak usia dini,” ujarnya.
Rini menegaskan bahwa pembentukan karakter tidak cukup jika hanya mengandalkan pelajaran akademik. Anak memerlukan pembiasaan nilai positif yang dilakukan secara konsisten, baik di sekolah maupun di rumah.
“Karena itu, kami mendorong sekolah dan orang tua untuk melanjutkan nilai-nilai yang sudah dikenalkan kepada anak agar menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satpol PP Kota Surabaya Irna Pawanti memakai pendekatan yang jauh berbeda dari tugas lapangan anak buahnya. Ia memberi anak-anak ruang untuk berekspresi, kemudian mengarahkan ekspresi itu ke perilaku yang baik.
“Anak-anak PAUD harus diberi ruang untuk mengekspresikan dirinya. Ekspresi tersebut yang harus kita kawal agar diarahkan pada hal-hal yang baik,” kata Irna.
Menurut Irna, anak-anak zaman sekarang dikepung beragam pengaruh, mulai dari tontonan, telepon seluler, hingga lingkungan sekitar. Karena itu, bekal perilaku baik perlu ditanamkan sebelum pengaruh-pengaruh itu mengakar.
Menanamkan Kebiasaan lewat Lagu dan Keberanian
Selama kegiatan, anak-anak dikenalkan pada sejumlah kebiasaan, yaitu mengantre, menjawab dengan santun saat ditanya, berkata jujur, berani tampil di depan, dan menuntaskan tugas sendiri.
“Kita juga mengenalkan lagu-lagu dan senam tentang Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Kalau terus diulang dan distimulasi, hal tersebut lama-kelamaan akan menjadi pedoman bagi mereka,” ujar Irna.
Irna menambahkan, keberanian tampil di depan umum juga menjadi bagian dari pembentukan karakter. Anak yang tetap menuntaskan tugasnya meskipun terbata-bata sedang menjalani proses belajar yang penting.
“Anak-anak belajar untuk berani tampil, menyelesaikan tugas, dan tidak mudah menyerah meskipun sempat merasa gugup,” imbuhnya.
Kegiatan ini merupakan perluasan dari program Satpol PP Goes to School yang sudah berjalan sejak 2015. Selain memberikan edukasi literasi sosial, program tersebut mengenalkan pencegahan paham radikalisme kepada pelajar.
Satpol PP baru merambah jenjang PAUD pada 2025 atas masukan Bunda PAUD. Kala itu, materinya juga mencakup perlindungan diri, termasuk cara anak menolak sentuhan yang tidak pantas dan melaporkannya kepada orang dewasa.
Hingga kini, program itu sudah menjangkau 31 kecamatan dengan kunjungan ke 27 sekolah. Tahun depan, Satpol PP menargetkan jangkauannya meluas hingga 153 kelurahan, atau seluruh kelurahan di Surabaya.
Menurut Irna, keberlanjutan edukasi ini sangat bergantung pada guru. “Pendampingan guru sangat penting agar nilai-nilai yang dikenalkan selama kegiatan dapat terus diterapkan anak, baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.***





