Dinas Kesehatan menyebut kenaikan dari periode Januari–Agustus ke September masih wajar. Kepala dinas menampik ruang rawat inap penuh karena Influenza A.
Pemerintah Kota Surabaya memastikan fasilitas kesehatan siaga menghadapi peningkatan kasus penyakit pernapasan, termasuk Influenza A. Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya Billy Messakh mengimbau masyarakat tetap tenang karena gejala umumnya menyerupai flu biasa dan sebagian besar pasien ditangani rawat jalan.
Billy menampik isu rumah sakit penuh akibat Influenza A.
“Influenza A ini gejalanya memang menyerupai flu biasa dan fatality rendah, tidak menyebabkan kematian. Tidak ada ruang rawat inap yang penuh akibat Influenza A, baik di RSUD dr. Mohammad Soewandhie maupun RSUD Eka Candrarini. Pasien lebih banyak berobat di rawat jalan atau puskesmas,” kata Billy, Rabu, 23 September 2026.
Ia mengatakan kasus infeksi saluran pernapasan akut dan flu naik sekitar 10 hingga 15 persen dari periode Januari–Agustus menuju September. Kenaikan itu dinilainya masih dalam batas wajar dan tidak memerlukan perawatan intensif berskala pandemi.
Imbauan ke Puskesmas
Menurut Billy, penanganan mengikuti terapi flu biasa. Dinas Kesehatan mengimbau warga menjaga daya tahan tubuh dengan istirahat cukup, makan bergizi, dan memakai masker di kerumunan atau saat kurang sehat.
“Sebagai langkah pencegahan tambahan bisa juga melakukan vaksin influenza di faskes terdekat,” ujarnya. Warga yang batuk, bersin, demam, atau lemas diminta beristirahat dan memeriksakan diri ke puskesmas jika gejala berlanjut.
Data jumlah pasti pasien Influenza A, keterisian tempat tidur secara kota, dan sebaran per puskesmas tidak diumumkan dalam keterangan itu.***





