Pemkot Surabaya Siapkan 2.738 Lowongan Kerja bagi Warga Desil 1-3

Loker di Surabaya
Kepala Disperinaker Kota Surabaya Agus Hebi Djuniantoro. (Dinkominfo Surabaya)

Kepala Disperinaker Kota Surabaya Agus Hebi Djuniantoro menyalurkan 2.463 warga miskin usia produktif untuk mengisi 2.738 lowongan kerja. Pelamar mendapat pendampingan tes wawancara.

Kepala Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan Pemerintah Kota Surabaya Agus Hebi Djuniantoro membuka peluang kerja bagi warga desil satu hingga tiga. Sebanyak 2.738 posisi disiapkan bagi warga usia produktif.

Mengenai pendataan tersebut, pemerintah mencatat 2.463 orang belum memiliki pendapatan tetap. Ribuan warga prasejahtera ini akan disalurkan untuk mengisi ribuan lowongan di 39 perusahaan swasta.

“Jadi 2.463 orang ini nantinya akan kita sandingkan dengan peluang kerja yang kami punya. Ada sekitar 39 perusahaan yang nantinya kita arahkan,” kata Agus Hebi Djuniantoro pada Minggu, 13 September 2026.

Bacaan Lainnya

Pendampingan dan Aplikasi ASSiK

Terkait proses pelamaran, pemerintah tidak sekadar menyalurkan kandidat ke pihak perusahaan. Dinas terkait siap memberikan pendampingan penyusunan berkas sesuai standar industri dan bimbingan tes wawancara.

Fasilitas ini bertujuan menggali potensi maksimal pelamar saat berhadapan dengan perekrut. “Kita ajari bagaimana caranya agar sesuai standar, termasuk saat tes wawancara,” ujar Hebi.

Menyangkut kemudahan akses, pelamar akan dibuatkan akun personal pada aplikasi Arek Suroboyo Siap Kerjo atau ASSiK. Sistem daring ini akan mengirimkan pemberitahuan panggilan kerja langsung ke telepon seluler.

“Nanti mereka bisa melihat lewat telepon seluler bahwa ada panggilan atau tidak. Ini untuk memudahkan pencari kerja sehingga jadwal wawancara tidak terlewatkan,” kata Hebi.

Pemantauan Berkelanjutan

Menyikapi proses rekrutmen ini, pihak kelurahan dan kecamatan ditugaskan memantau rekam jejak para pelamar. Pemantauan ini bertujuan memastikan serapan tenaga kerja berjalan merata dan sesuai kualifikasi perusahaan.

“Nama-nama tersebut nanti dimonitor sebagai bahan evaluasi untuk kemudian dilaporkan kepada Wali Kota. Karena Pak Wali Kota sangat mendukung program ini,” kata Agus Hebi Djuniantoro.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan