Korban Dugaan Keracunan MBG di Karo Tembus 361 Pelajar, Satu Dirawat di PICU

Ilustrasi. (AI Generate)

Jumlah pelajar yang mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap MBG di Berastagi terus bertambah dari 265 menjadi 361 orang. Sebanyak 270 korban menjalani rawat inap, sedangkan seorang pelajar dirujuk ke RSU Haji Medan setelah mengalami penurunan kesadaran dan nyeri perut hebat.

Sebanyak 361 pelajar di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, diduga mengalami keracunan setelah menyantap makanan dalam program Makan Bergizi Gratis atau MBG pada Kamis, 13 Agustus 2026.

Data Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara yang diumumkan Sabtu, 15 Agustus 2026, menunjukkan 270 korban menjalani rawat inap dan 89 lainnya memperoleh pelayanan rawat jalan.

Dua pasien dirawat di rumah sakit di Medan. Salah satunya menjalani perawatan intensif di Pediatric Intensive Care Unit atau PICU Rumah Sakit Umum Haji Medan.

Bacaan Lainnya

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengatakan pasien tersebut dirujuk dari Kabanjahe setelah mengalami kondisi lebih berat dibandingkan korban lainnya.

“Murid tersebut dirujuk ke RSU Haji Medan setelah kondisinya mengalami penurunan kesadaran,” kata Bobby setelah menjenguk pasien.

Menurut Bobby, pasien semula dirawat di Kabanjahe. Kondisinya kemudian memburuk sehingga tim medis memutuskan membawanya ke Medan.

“Pas di sana sempat mengalami penurunan kesadaran,” ujarnya.

Bobby memastikan pemerintah daerah akan mengawal perawatan pasien sampai pulih. Berdasarkan perkiraan sementara dokter, pasien masih membutuhkan perawatan sekitar dua hingga tiga hari.

Nyeri Perut Berulang Setiap Setengah Jam

Direktur RSU Haji Medan Yulinda Elvi Nasution mengatakan pasien tiba pada Jumat, 14 Agustus 2026, sekitar pukul 13.30 WIB.

Pasien mengalami nyeri hebat pada bagian perut yang datang berulang. Tim medis harus memberikan obat analgesik untuk meredakan rasa sakit tersebut.

“Disuntikkan baru dia tenang. Setengah jam sekali begitulah, kalau nyeri yang terlalu hebat,” kata Yulinda.

Tim medis masih memantau kondisi pasien dan merencanakan pemeriksaan laboratorium lanjutan. Sampai Sabtu, rumah sakit belum mengumumkan diagnosis maupun penyebab pasti penurunan kondisi pasien.

Ratusan korban lainnya tersebar di empat rumah sakit dan satu klinik. Namun, pemerintah belum memublikasikan rincian jumlah pasien di setiap fasilitas kesehatan ataupun jumlah korban yang telah dipulangkan.

Jumlah Korban Terus Bertambah

Jumlah korban berubah seiring munculnya gejala pada pelajar setelah mereka pulang dari sekolah.

Data awal pada Kamis mencatat sedikitnya 265 pelajar dari SMA Negeri 1 Berastagi, SMA Swasta Bersama, dan SMK Swasta Bersama mengalami gangguan kesehatan. Angka tersebut kemudian meningkat menjadi 353 orang pada Jumat dan 361 orang pada Sabtu.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan