Massa Bakar Lagi Pagar Grahadi yang Pernah Terbakar

Sejarah Gedung Grahadi
Gedung Negara Grahadi. - Istimewa

Massa aksi melempar batu dan botol serta merusak pagar Gedung Negara Grahadi di Surabaya yang sedang direnovasi, Jumat malam. Kerusuhan ini mengingatkan kembali pembakaran serupa di gedung bersejarah tersebut tahun lalu.

Kuncarsono Prasetyo, pemerhati sejarah Kota Surabaya, menjelaskan bahwa Gedung Negara Grahadi yang kini menjadi rumah dinas Gubernur Jawa Timur memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi. Namun aksi demonstrasi yang berubah ricuh pada Jumat (26/6/2026) malam kembali merusak pagar gedung yang sedang dalam proses renovasi.

Massa yang didominasi peserta berpakaian hitam melempar botol, batu, dan benda lain ke arah petugas. Mereka juga merusak pagar yang sempat terbakar massa pada Sabtu (30/8/2025) lalu, tepatnya di sisi barat tempat ruang kerja Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak saat itu.

Bacaan Lainnya

Ihwal sejarah bangunan ini, Kuncarsono mengatakan Gedung Grahadi dibangun pada 1795 atas perintah Residen Surabaya saat itu, Dirk van Hogendorp, seorang perwira militer, politikus, administrator kolonial, dan diplomat Belanda. Bangunan ini sudah berusia sekitar 2,5 abad.

“Atap bangunan Gedung Negara Grahadi dipengaruhi elemen arsitektur Prancis, Oud Holland Stij. Ini karena di masa pembangunan, Belanda menjadi negara jajahan Prancis,” ujar Kuncar, seperti dikutip Sabtu (27/6/2026).

Ia menambahkan, atap bagian tengah sempat direnovasi pada akhir 1900-an sehingga lebih bergaya Belanda. Sementara atap di sayap kanan dan kiri yang dibakar massa tahun lalu tetap mempertahankan gaya Prancis asli.

“Atap gedung bergaya Prancis era kolonial Belanda hanya ada dua di Surabaya, yaitu Gedung Grahadi dan Gedung Setan. Kalau yang di Gedung Setan itu kan sudah rusak karena rapuh. Nah kalau yang di Grahadi itu kan sebenarnya masih terawat tapi dirusak oleh orang-orang tidak bertanggung jawab,” sambungnya.

Sebelumnya, gedung ini menghadap ke utara menuju Sungai Kalimas agar bisa menikmati pemandangan perahu-perahu sebagai alat transportasi. Namun setelah renovasi, orientasinya diubah menghadap selatan ke Jalan Raya Gubernur Suryo.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan