Gempa beruntun yang terjadi hanya berselang sekitar 39 detik itu menyebabkan puluhan bangunan runtuh, terutama di Caracas dan negara bagian La Guaira. Ribuan petugas darurat dikerahkan untuk mencari korban yang masih diduga terjebak di bawah reruntuhan.
Tras los fuertes sismos registrados esta tarde en el país, hemos decretado Estado de Emergencia en todo el territorio nacional.
Hacemos un llamado a todos los ciudadanos y ciudadanas a mantenerse atentos, en resguardo y con la mayor calma posible. pic.twitter.com/WFlj6rVs0U
— Delcy Rodríguez (@delcyrodriguezv) June 25, 2026
Pelaksana Tugas Presiden Venezuela Delcy Rodríguez mengumumkan keadaan darurat melalui pidato yang disiarkan televisi nasional. Ia meminta seluruh tenaga kesehatan, termasuk dokter dan perawat, segera melapor ke rumah sakit untuk memperkuat penanganan korban bencana.
Melansir Reuters dan Al Jazeera, Pemerintah juga menutup Bandara Internasional Simón Bolívar di Caracas, menghentikan kegiatan belajar mengajar, serta membatasi sejumlah layanan publik akibat kerusakan infrastruktur.
Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) menyebut gempa berkekuatan 7,2 terjadi sekitar 160 kilometer di barat Caracas, kemudian disusul gempa utama bermagnitudo 7,5 kurang dari satu menit kemudian. Lembaga tersebut memperingatkan potensi korban jiwa dan kerusakan yang jauh lebih besar mengingat banyak bangunan di wilayah terdampak tidak dirancang tahan gempa.
Sejumlah negara mulai menawarkan bantuan internasional. Pemerintah Swiss mengumumkan akan mengirim 80 personel penyelamat, delapan anjing pelacak, serta 18 ton peralatan pencarian dan penyelamatan ke Venezuela. Presiden Rusia Vladimir Putin juga menyampaikan belasungkawa dan dukungan kepada pemerintah serta rakyat Venezuela.
Gempa tersebut merupakan yang terkuat yang melanda Venezuela dalam lebih dari satu abad dan menjadi bencana seismik paling mematikan sejak gempa Caracas pada 1967. Hingga kini, tim penyelamat masih terus menyisir reruntuhan bangunan, sementara pemerintah memperkirakan jumlah korban masih dapat bertambah seiring berlanjutnya proses evakuasi.***





