Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengimbau masyarakat yang masih menyimpan dolar Amerika Serikat (AS) agar segera menukarkannya ke rupiah. Pada saat yang hampir bersamaan, gelombang demonstrasi mahasiswa justru pecah di Jakarta dengan membawa isu “Menuju Indonesia Bangkrut”.
Pernyataan Dasco disampaikan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (12/6/2026). Ia mengaku pemerintah telah menyiapkan sejumlah strategi untuk memperkuat rupiah dalam waktu dekat. “Karena kalau kemudian sudah minggu depan nilai rupiah menguat, kan kasihan kalau simpan-simpan dolar. Itu imbauan saya sih demikian,” kata Dasco dilansir LKBN Antara.
Menurut Dasco, penguatan rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) beberapa hari terakhir menunjukkan kepercayaan pasar terhadap pemerintah mulai meningkat.
“Dalam minggu ini dan ke depan ada strategi-strategi khusus yang akan dilakukan oleh pemerintah, yang saya yakini akan membuat nilai tukar rupiah menguat,” ujarnya.
Pada perdagangan Kamis pagi, rupiah tercatat menguat tiga poin atau 0,02 persen menjadi Rp17.941 per dolar AS dibanding penutupan sebelumnya di level Rp17.944 per dolar AS. Sebelumnya, dolar AS sempat menyentuh level Rp18.000.
Mahasiswa Demo Bawa Isu Pelemahan Rupiah
Di tengah optimisme pemerintah, mahasiswa dari berbagai kampus justru turun ke jalan menggelar aksi demonstrasi bertajuk “Menuju Indonesia Bangkrut” pada Jumat (12/6/2026).
Titik utama aksi terpusat di Bundaran HI, Jakarta Pusat. Demonstrasi tersebut menjadi bentuk protes terhadap pelemahan rupiah, kenaikan harga kebutuhan pokok, serta kenaikan harga BBM yang dinilai semakin membebani masyarakat.
Aksi ramai diperbincangkan setelah diunggah akun Instagram @bemui_official milik BEM Universitas Indonesia (UI). “Tuntutan Aksi #menujuindonesiabangkrut. Atas segala permasalahan yang ada, rakyat Indonesia menyatakan muak dan menuntut,” tulis akun tersebut.
Mahasiswa menyampaikan lima tuntutan utama kepada pemerintah, yakni, Menghentikan pemborosan APBN; Menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM; Menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih; Menghapus praktik militerisme di ruang sipil, dan Presiden diminta mengakui kesalahan dalam kebijakan pengelolaan ekonomi negara





