Peta persaingan memperebutkan kursi Ketua Umum PBNU menjelang Muktamar ke-35 semakin memanas seiring munculnya nama Prof Muhammad Nuh dan teka-teki majunya Menteri Agama Nasaruddin Umar.
Dinamika internal Nahdlatul Ulama mulai bergeliat menjelang Muktamar ke-35 pada Agustus 2026. Sejumlah tokoh nasional santer diisukan masuk dalam bursa pencalonan Ketua Umum PBNU.
Nama Menteri Agama Nasaruddin Umar hingga kini masih menjadi teka-teki. Tokoh pendidikan yang juga mantan menteri, Prof Muhammad Nuh, kabarnya memiliki keinginan kuat untuk maju memperebutkan pucuk pimpinan PBNU.
Cucu pendiri NU, Abdussalam Shohib alias Gus Salam, memandang langkah Nasaruddin belum bisa ditebak. “Yang masih tanda tanya ini Menteri Agama,” ujar Gus Salam di Jakarta, Sabtu (6/6/2026).
Pandangan berbeda datang dari Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf. Mantan Wakil Gubernur Jawa Timur ini secara terbuka menilai Nasaruddin memiliki modal sejarah yang kuat.
“Salah satu yang berpotensi ya Pak Nasaruddin Umar, karena beliau juga pernah jadi Katib Aam sebelumnya. Tinggal berkenan apa nggak,” tegas Saifullah saat ditemui di Kantor KPK, Jakarta, Jumat (8/5/2026).
Manuver Tokoh Jelang Muktamar
Gus Salam mengakui telah berdialog intens dengan petahana Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf hingga Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. Ia mulai bermanuver menggalang dukungan tingkat tinggi.
“Ya tentu lah wong kita saudara, ya. Maksudnya saya berkomunikasi semuanya. Dengan Gus Yahya komunikasi, dengan Gus Ipul komunikasi,” ungkap Gus Salam.
Ia menegaskan nama-nama seperti Muhaimin, Yahya, Kiai Zulfa Musthofa, dan Gus Yusuf Chudlori siap meramaikan bursa pencalonan. Semua kader memiliki hak yang sama untuk memimpin organisasi.
Sementara itu, Menteri Haji Muhammad Irfan Yusuf dan Saifullah Yusuf memilih mundur dari gelanggang. Saifullah mengaku ingin fokus menuntaskan tanggung jawabnya sebagai Ketua Panitia Penyelenggara Muktamar.
Peta perebutan kursi ini diprediksi semakin keras saat para ulama bersua dalam Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar NU di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, pada 20-21 Juni 2026.***





