Sadtata Noor Adirahmanta mengingatkan anak muda agar tak hanya akrab dengan mal, tetapi juga membangun ikatan emosional dengan alam.
Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Sadtata Noor Adirahmanta, mengajak generasi muda lebih sering masuk hutan untuk membangun kedekatan emosional dengan alam.
Ajakan itu ia sampaikan dalam gelar wicara BRIN Goes to Stakeholders & Society: Exposing New Species – Flora di Jakarta, Senin, 25 Mei 2026.
Sadtata menilai banyak anak Indonesia kini lebih akrab dengan mal ketimbang ruang alam. Bahkan, ia kerap mengkritik keluarga para pekerja konservasi yang justru jarang mengajak anak-anaknya mengenal hutan.
“Kita kerja jaga hutan, patroli, inventarisasi, sehari-hari di hutan, tapi anak-anak kita, teman-teman kita, mainnya di mal. Itu mereka enggak ada ikatan dengan ekosistem, dengan alam,” ujar Sadtata, dikutip dari National Geographic Indonesia, Jumat, 29 Mei 2026.
Bukan Sekadar Foto di Alam
Menurut Sadtata, anak muda tidak harus selalu dijejali teori saat masuk hutan. Pengalaman berjalan, melihat pepohonan, mendengar suara alam, dan merasakan suasana hutan sudah cukup untuk menumbuhkan kedekatan.
“Makanya selama saya jadi kepala balai, saya sering ajak anak saya, teman-teman saya, hanya masuk hutan, jalan-jalan, tidak harus selalu diterangkan dengan teori macam-macam. Tapi ikatan emosionalnya terbentuk,” katanya.
Namun, ia mengingatkan agar kunjungan ke alam tidak berhenti pada tren ikut-ikutan. Ia menyoroti kebiasaan pendaki yang hanya mengejar foto, tetapi meninggalkan sampah di kawasan konservasi.
Alam dan Kesehatan Mental
Sejumlah studi juga menunjukkan kedekatan dengan alam berkaitan dengan kondisi psikologis yang lebih baik. Studi ISGlobal pada 2019 menemukan orang dewasa yang kurang terpapar ruang alam saat kecil memiliki skor kesehatan mental lebih rendah.
Studi lain dari proyek Urban Mind yang terbit di Scientific Reports menunjukkan kontak dengan alam di kota dapat menurunkan rasa kesepian. Melihat pohon, langit, atau mendengar kicau burung dikaitkan dengan penurunan kesepian sebesar 28 persen.




