Bagi Sadtata, pengalaman masuk hutan perlu dibuat lebih hidup lewat cerita dan edukasi konservasi. Dengan begitu, hutan tidak hanya menjadi tempat wisata, tetapi juga ruang belajar yang menumbuhkan kepedulian.
“Jangan sampai kita kerja di konservasi, di hutan, anak-anak kita mainnya di mal,” tegasnya.***




