Media Iran merilis gambar CCTV terakhir dari Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei, diambil pada pukul 09.40 pagi 1 Maret 2026, hanya beberapa jam sebelum ia gugur dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel.
Dalam foto tersebut—sebagaimanan dipublikasikan oleh akun X @DD_Geopolitik—Khamenei tampak sedang membaca Al-Quran. Di atas meja di sisinya, terdapat bingkai foto Qasem Soleimani—komandan yang pernah ia ratapi dan terus ia hormati hingga akhir hayatnya.
Di rak di belakangnya, terpajang foto Imam Khomeini, pendiri Revolusi Iran yang warisannya ia bawa selama 35 tahun.
🇮🇷 Iranian state media has released the last CCTV image of Supreme Leader Ali Khamenei, captured at 9:40 AM on March 1st, hours before he was killed in the U.S.-Israeli strike.
He is reading the Quran. On the table beside him,a framed portrait of Qasem Soleimani, the commander… pic.twitter.com/2uJR7VaS7c
— DD Geopolitics (@DD_Geopolitics) March 27, 2026
Sosok yang Tak Pernah Tunduk
Ali Khamenei memimpin Iran melalui sanksi, perang, pembunuhan, dan tekanan yang tak henti-hentinya. Ia bertahan dari setiap upaya untuk menghancurkan Republik Islam.
“Ia tidak tunduk. Ia tidak menukar apa yang ia yakini sebagai hal yang sakral,” demikian keterangan yang menyertai unggahan foto tersebut.
Foto yang dirilis oleh media Iran ini menjadi dokumentasi terakhir penampakan Khamenei sebelum ia gugur dalam serangan 28 Februari lalu yang menandai dimulainya perang terbuka antara Iran melawan AS dan Israel.
Warisan yang Diteruskan
Khamenei menggantikan posisi Imam Khomeini pada 1989 dan menjabat sebagai Pemimpin Tertinggi Iran selama 35 tahun.
Ia melewati berbagai ujian berat, termasuk perang dengan Irak, tekanan sanksi internasional, hingga pembunuhan para ilmuwan nuklir dan komandan senior Iran oleh Israel.
Penggantinya, Ayatollah Mojtaba Khamenei—putra Ali Khamenei—kini memegang tampuk kepemimpinan di tengah perang yang berkecamuk.***





