Waspada, Kebiasaan Lebaran Picu Kolesterol hingga Hipertensi

Penyakit Lebaran
Ilustrasi hipertensi. - Pixabay
Kebiasaan makan dan aktivitas saat Lebaran dapat memicu kolesterol, diare, hingga hipertensi.

Hari Raya Idulfitri kerap diwarnai konsumsi makanan tinggi lemak dan santan yang berisiko memicu gangguan kesehatan jika tidak dikendalikan.

Momen Lebaran identik dengan hidangan seperti opor ayam, ketupat, dan rendang yang tinggi lemak. Selain itu, perubahan pola makan dan aktivitas selama libur panjang juga dapat meningkatkan risiko munculnya berbagai penyakit.

Dilansir dari Halodoc, sejumlah penyakit yang sering muncul setelah Lebaran antara lain kolesterol tinggi, diare, nyeri otot, hingga hipertensi. Kondisi ini umumnya dipicu kebiasaan makan berlebihan dan kurangnya kontrol pola hidup selama hari raya.

Bacaan Lainnya
Risiko Kolesterol dan Gangguan Pencernaan

Konsumsi makanan bersantan dan berlemak dalam jumlah berlebih dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh. Karena itu, penting membedakan rasa lapar yang sebenarnya dengan keinginan makan berlebih.

Mengimbangi konsumsi makanan berat dengan buah dan sayur dapat membantu menjaga keseimbangan asupan. Serat dalam makanan tersebut memberikan efek kenyang lebih lama.

Selain itu, pola makan yang tidak terjaga juga berisiko memicu diare. Kondisi ini ditandai buang air besar lebih dari tiga kali sehari dengan tekstur feses cair, serta disertai gejala seperti mual, muntah, demam, dan nyeri perut.

Diare dapat disebabkan makanan yang kurang bersih, terlalu pedas, atau makanan yang mengiritasi lambung seperti makanan asam dan berminyak. Untuk mengatasinya, tubuh perlu mendapatkan cukup cairan dan elektrolit, baik dari air putih maupun larutan oralit.

Aktivitas Tinggi Picu Nyeri dan Tekanan Darah

Selain pola makan, aktivitas fisik selama Lebaran juga dapat memicu gangguan kesehatan. Mobilitas tinggi saat bersilaturahmi atau berwisata dapat menyebabkan nyeri otot.

Nyeri ini biasanya muncul akibat kelelahan dan dapat mereda dengan istirahat yang cukup. Menjaga batas aktivitas menjadi langkah penting untuk mencegah kondisi tersebut.

Di sisi lain, konsumsi makanan tinggi garam selama Lebaran juga meningkatkan risiko hipertensi. Tekanan darah dapat naik jika asupan garam tidak dikontrol.

Pos terkait