Ibu Hamil Ingin Puasa? Cek Syarat Aman dan Tanda Bahayanya dari Ahli

Ibu hamil
Ilustrasi ibu hamil. - Pixabay
Ibu hamil tetap diperbolehkan berpuasa selama kondisi ibu dan janin sehat. Dosen Kebidanan UM Surabaya mengingatkan pentingnya konsultasi dan pengaturan gizi seimbang selama Ramadan.

Ibadah puasa Ramadan adalah kewajiban umat Muslim yang sudah akil balig, baik perempuan maupun laki-laki. Puasa wajib dilakukan jika seorang Muslim tidak memiliki ‘udzur (alasan yang memperbolehkan tidak berpuasa), sebagaimana firman Allah Swt. dalam Surah Al-Baqarah ayat 184 yang menjelaskan bahwa orang yang sakit dan sedang dalam perjalanan boleh tidak berpuasa pada bulan Ramadan.

Kehamilan merupakan kondisi khusus yang dialami oleh seorang perempuan. Dalam kehamilan banyak terjadi perubahan, baik secara psikis maupun fisik. Hal tersebut dapat memengaruhi semua organ tubuh perempuan hamil sehingga perlu persiapan yang baik selama menjalani masa kehamilan.

Dalam agama Islam terdapat beberapa golongan perempuan yang diperbolehkan tidak berpuasa, yaitu perempuan hamil yang kondisi kehamilannya berbahaya bagi ibu dan janinnya, ibu menyusui, perempuan haid, dan perempuan yang sedang dalam masa nifas.

Bacaan Lainnya
Syarat Aman Ibu Hamil Berpuasa

Dosen S-1 Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) UM Surabaya, Nova Elok Mardliyana, mengatakan ibu hamil tetap aman dan diperbolehkan berpuasa selama kondisi ibu dan janin sehat.

“Untuk memastikan kondisi kesehatan ibu hamil, sebaiknya melakukan konsultasi dengan tenaga kesehatan jika akan menjalankan puasa secara penuh,” ujar Elok, seperti dilansir Rabu (18/2/2026).

Elok mengatakan, kondisi ibu hamil yang sedang berpuasa cenderung mengalami penurunan gula darah. Namun, hal tersebut tidak menyebabkan penurunan berat janin. Ibu hamil membutuhkan energi yang lebih tinggi untuk pertumbuhan dan perkembangan janin, dengan kebutuhan kalori sekitar 2.200–2.300 kalori per hari. Kondisi ini yang harus disesuaikan ibu hamil selama berpuasa Ramadan.

Atur Pola Makan dan Istirahat

Menurutnya, selama berpuasa ibu hamil tidak boleh melewatkan makan sahur. Selain itu, perlu mengatur makan dan minum saat berbuka hingga sahur, memastikan konsumsi gizi seimbang dengan memperbanyak protein hewani, karbohidrat, lemak, buah, dan sayur, serta tetap minum tablet tambah darah.

Ibu hamil juga dianjurkan minum air putih 8–12 gelas di antara waktu berbuka dan sahur. Saat berbuka, sebaiknya dimulai dengan porsi kecil dan menghindari makanan dengan kandungan gula tinggi. Istirahat yang cukup dan menghindari aktivitas berlebihan juga menjadi hal penting.

“Jika ibu hamil mengalami penurunan tekanan darah sampai pingsan, pusing, muntah secara terus-menerus, terjadi perdarahan, atau tanda-tanda keguguran, sebaiknya ibu tidak berpuasa,” pungkasnya.***

Pos terkait