Dari rumah kayu di Padang Panjang, Rahmah menyalakan revolusi pendidikan perempuan Nusantara.
Rahmah El Yunusiyyah, perempuan asal Padang Panjang, Sumatra Barat, lahir pada 26 Oktober 1900 dan kini dikenang sebagai Pahlawan Nasional 2025. Ia tumbuh di keluarga ulama, menyaksikan kontras antara kuatnya posisi sosial perempuan Minang dan terbatasnya akses pendidikan bagi mereka. Dari keresahan itulah Rahmah menyalakan perlawanan lewat ilmu.
Pada 1 November 1923, Rahmah mendirikan Madrasah Diniyyah Putri di rumah kayu sederhana dengan 71 murid. Kurikulumnya revolusioner: memadukan ilmu agama, ilmu umum, dan keterampilan hidup. Tujuannya satu — menjadikan perempuan cerdas, mandiri, dan berani memimpin. “Mendidik perempuan berarti mendidik bangsa,” ujarnya.





