Ester Ouwehand menolak melepas pakaian bermotif bendera Palestina saat sidang parlemen Belanda. Ia bersikukuh solidaritas untuk Gaza lebih penting ketimbang aturan berpakaian.
__________
Suasana sidang parlemen Belanda mendadak memanas saat anggota parlemen, Ester Ouwehand, hadir dengan blus bermotif merah, hijau, putih, dan hitam menyerupai bendera Palestina. Sikapnya menuai protes dan membuat Ketua Parlemen Martin Bosma meminta Ester keluar dari ruang sidang, Sabtu (20/9).
Bosma menilai atribut politik melanggar prinsip netralitas parlemen. Namun Ester bergeming. “Saya membaca aturan tata tertib. Tidak ada larangan berbicara dengan blus berwarna merah, hijau, putih, dan hitam,” ujarnya lantang.
Meski terus ditekan, Ester menolak berganti pakaian. Akhirnya ia meninggalkan ruang sidang dan kembali dengan kemeja merah muda berbintik hitam serta celana hijau. Busana itu melambangkan semangka, simbol solidaritas Palestina sejak Israel melarang bendera Palestina pasca Perang Enam Hari 1967.
Dalam sidang, Ester menegaskan dukungannya bagi rakyat Gaza. “Kita berdiri di sini dalam solidaritas dengan Palestina, yang tidak berdaya. Kita hanya dapat maju jika berani menempatkan mereka yang paling rentan di pusat,” katanya.
Hingga kini, 24 negara Eropa telah mengakui Palestina, termasuk Irlandia, Spanyol, Norwegia, dan Prancis. PBB sendiri sudah menyatakan Israel melakukan tindakan genosida sejak invasi Oktober 2023, yang menewaskan lebih dari 60 ribu warga Palestina dari total 2,3 juta penduduk Gaza.***





