Bukan cuma soal kepadatan, cuaca panas di Mekkah yang bisa mencapai 40 derajat Celsius juga jadi tantangan untuk jemaah.
__________
Suasana di Masjidil Haram diprediksi bakal superramai pada 8-9 Juni 2025. Ribuan jemaah haji dari seluruh penjuru dunia, termasuk Indonesia, bakal kembali dari Mina setelah menjalani rangkaian ibadah haji.
Kepadatan ini diperkirakan bakal bikin area sekitar Kakbah penuh sesak, terutama karena banyak jemaah yang ingin segera melaksanakan Thawaf Ifadah, salah satu rukun haji yang wajib dilakukan.
Pihak otoritas Arab Saudi dan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Indonesia pun telah mengeluarkan imbauan penting untuk jemaah Tanah Air agar menunda dulu Thawaf Ifadah.
“Kami minta jemaah Indonesia untuk menunda pelaksanaan Thawaf Ifadah hingga situasi di Masjidil Haram lebih kondusif,” ujar Ahmad Zaini, petugas PPIH Indonesia, dalam keterangannya kepada media di Mekkah, Ahad, 8 Juni 2025.
Langkah ini, kata Zaini, diambil untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan jemaah, mengingat risiko desak-desakan di tengah kerumunan bisa membahayakan, terutama buat jemaah lansia.
Menurut data dari otoritas Saudi, sekitar 2 juta jemaah haji dari seluruh dunia hadir tahun ini, termasuk 241.000 jemaah asal Indonesia. Buat jemaah Indonesia, PPIH menyarankan untuk memanfaatkan waktu setelah 10 Juni 2025, saat keramaian mulai mereda.
“Jemaah bisa atur jadwal dengan pembimbing kloter masing-masing. Thawaf Ifadah bisa dilakukan hingga sebelum jemaah pulang ke Tanah Air, jadi tidak perlu buru-buru,” tambah Zaini.
Jemaah juga diimbau untuk selalu menjaga stamina, bawa air minum, dan pakai masker untuk menghindari risiko penyakit di tengah keramaian.
Pasalnya, bukan cuma soal kepadatan, cuaca panas di Mekkah yang bisa mencapai 40 derajat Celsius juga jadi tantangan. “Pastikan bawa payung atau topi, dan hindari berdesakan di jam-jam sibuk,” pesan dr. Laila, tim medis haji Indonesia.
Jemaah juga diminta selalu koordinasi dengan petugas kloter agar ibadah tetap aman dan nyaman.***





