Perlu Dicontoh Indonesia: Negara Kecil di Amerika Selatan Berhasil Wujudkan Ketahanan Pangan Mandiri

Ketahanan pangan bukan hanya soal kemampuan bertani, tetapi juga tentang kerja sama internasional, diversifikasi mitra dagang, dan kebijakan pangan yang bijak.

__________

Baru-baru ini, sebuah studi yang dilakukan oleh para peneliti dari University of Göttingen di Jerman dan University of Edinburgh di Skotlandia mengungkap bahwa Guyana menjadi jawara ketahanan pangan.

Dari hasil analisis data produksi pangan di 186 negara, para peneliti menemukan bahwa hanya Guyana, sebuah negara kecil di Amerika Selatan yang diapit Suriname dan Brasil, yang bisa memenuhi kebutuhan seluruh penduduknya dalam tujuh kelompok pangan utama: biji-bijian, buah dan sayuran, protein hewani, susu, minyak, kacang-kacangan, dan gula.

Bacaan Lainnya

“Guyana merupakan satu-satunya negara yang sepenuhnya swasembada dalam semua kategori pangan utama,” demikian menurut temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Food, Mei, 2025.

Dua negara berada di posisi selanjutnya adalah China dan Vietnam. Kedua negara ini disebut mampu memenuhi kebutuhan pangan nasional mereka dalam enam dari tujuh kategori. Menunjukkan kemampuan produksi domestik yang hampir menyeluruh.

Namun tetap saja, mereka masih tergantung pada impor untuk satu kelompok pangan.

Secara keseluruhan, hanya satu dari tujuh negara yang mampu memenuhi kebutuhan di lima atau lebih kelompok pangan, sementara lebih dari sepertiga negara hanya bisa mencukupi kebutuhan dua kelompok pangan atau bahkan kurang dari itu.

Lebih parah lagi, ada enam negara yang tak bisa mencukupi kebutuhan pangan dalam satu pun dari tujuh kelompok tersebut: Afghanistan, Uni Emirat Arab, Irak, Makau, Qatar, dan Yaman.

Ketika para peneliti memperluas analisis ke level kawasan atau serikat ekonomi, hasilnya juga mengkhawatirkan. Misalnya, Dewan Kerjasama Teluk (Gulf Cooperation Council) hanya mampu swasembada di kelompok daging. Sementara itu, serikat-serikat ekonomi di Afrika Barat dan Karibia hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan dalam dua kelompok.

Yang lebih mengkhawatirkan, tidak ada satu pun serikat ekonomi yang mampu memproduksi cukup sayuran untuk seluruh penduduknya.

Pos terkait