Akira Higashiyama Resmi Latih Timnas Putri U-19, Bidik Piala Dunia

Pelatih Timnas Putri U-19 Indonesia, Akira Higashiyama. Foto:PSSI
PSSI resmi menunjuk pelatih asal Jepang, Akira Higashiyama, sebagai nahkoda anyar Timnas Putri U-19 Indonesia. Pelatih 35 tahun asal Sakai, Fukui itu didatangkan dengan misi besar: membentuk skuad Garuda Pertiwi Muda yang tangguh dan bermental juara.

________________

Akira tak asing dengan dunia sepak bola internasional. Karier profesionalnya dimulai sebagai pemain di Thailand, lalu melanjutkan petualangan ke Kamboja, Mongolia, dan Selandia Baru. Usai gantung sepatu, ia melanjutkan kiprah sebagai pelatih. Klub kasta tertinggi Mongolia, FC Ulaanbaatar, pernah ia tangani sebagai pelatih kepala. Ia juga punya rekam jejak kepelatihan di Thailand dan New Zealand.

“Saya tahu Indonesia punya potensi besar. Itulah kenapa saya datang ke sini. Saya ingin menerima tantangan ini,” kata Akira dalam keterangan resmi, Ahad, 8 Juni 2025.

Bacaan Lainnya

Akira dikenal punya filosofi kepelatihan yang mengutamakan semangat, kerja keras, dan pembentukan karakter pemain muda. Meski teknis dan taktik tetap penting, ia menilai fondasi utama sepak bola adalah hati dan hasrat pemain untuk terus berkembang.

“Saya selalu lapar untuk menang, belajar, dan berkembang. Itu juga yang saya tanamkan ke pemain dan staf pelatih,” jelasnya.

Pelatih yang mengaku sudah terbiasa bekerja lintas budaya ini juga mengungkapkan kekagumannya pada semangat sepak bola lokal di berbagai negara, termasuk Indonesia. Ia pun mengaku sudah berdiskusi dengan pelatih kepala Timnas Putri senior, Satoru Mochizuki (Coach Mochi), dan menyatakan keduanya punya visi serupa.

“Kami ingin membangun fondasi kuat dan mengantar Timnas Putri ke Piala Dunia,” tegasnya.

Debut pertama Akira bersama Timnas Putri U-19 akan berlangsung di ajang AFF U-19 Women’s Championship 2025 yang digelar di Ho Chi Minh City, Vietnam, pada 9–18 Juni mendatang. Indonesia tergabung di Grup B bersama Thailand, Kamboja, dan Malaysia.

PSSI berharap kehadiran Akira bisa memberi angin segar bagi regenerasi sepak bola putri Tanah Air, sekaligus jadi langkah awal menuju mimpi besar: tampil di pentas dunia.***

Pos terkait