PSSI menggelar malam penghargaan untuk pertama kalinya dalam 95 tahun sejarah organisasi guna mengapresiasi insan sepak bola tanah air.
Malam bersejarah tercipta bagi dunia sepak bola Indonesia pada Sabtu (28/3/2026) malam. Untuk pertama kalinya sejak berdiri 95 tahun silam, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menyelenggarakan ajang penghargaan resmi bertajuk PSSI Awards 2026.
Acara ini menjadi bentuk apresiasi tertinggi bagi para atlet, ofisial, hingga pendukung yang berkontribusi besar bagi kemajuan prestasi nasional.
Antusiasme publik terhadap ajang perdana ini tergolong masif. Proses penentuan pemenang dilakukan melalui sistem voting yang melibatkan partisipasi aktif suporter. Berdasarkan data resmi, tercatat lebih dari 790.000 suara masuk untuk menentukan siapa yang terbaik di setiap kategori.
Jay Idzes dan Safira Ika Jadi yang Terbaik
Dominasi pemain naturalisasi dan bintang liga domestik terlihat jelas dalam daftar pemenang. Jay Idzes berhasil menyabet gelar Men’s Player of the Year dengan perolehan suara telak mencapai 58,70 persen.
Sementara itu, di sektor putri, kapten Timnas Safira Ika dinobatkan sebagai Women’s Player of the Year.
Di posisi penjaga gawang, Maarten Paes keluar sebagai pemenang kategori putra, sedangkan Iris de Rouw memimpin di kategori putri. Bakat muda juga mendapat sorotan, di mana Marselino Ferdinan dan Claudia Scheunemann masing-masing terpilih sebagai pemain muda terbaik pilihan masyarakat.
“Proses pemilihan ini mencerminkan apresiasi jujur dari ratusan ribu suporter Indonesia yang terus mengawal kebangkitan timnas,” tulis laman resmi Kita Garuda, Minggu (29/3/2026).
Apresiasi untuk ‘Orang di Balik Layar’
PSSI Awards 2026 tidak hanya menyoroti aksi di lapangan hijau. Penghargaan khusus diberikan kepada sosok yang bekerja di balik layar, seperti Setyo Putro Nugroho sebagai Man Behind the Jersey dan almarhum Mas Katon yang didaulat sebagai Supporter of the Year.
Program pembinaan usia muda seperti Gala Siswa Indonesia dan MilkLife Soccer juga mendapat pengakuan atas kontribusinya membangun fondasi sepak bola masa depan. Tak ketinggalan, legenda Tan Liong Houw serta wasit Thoriq Munir Alkatiri turut menerima penghargaan atas dedikasi panjang mereka.





