60 Kepala Sekolah Rakyat Dipilih, Juli Mulai Beroperasi di 63 Titik

Ilustrasi. | Sora/Samudra Fakta
Proses seleksi kepala Sekolah Rakyat terus bergulir. Dari 600 pendaftar, sekitar 190 calon kepala sekolah mulai mengikuti tahapan wawancara pekan ini. Dari jumlah itu, hanya sekitar 60 orang yang bakal terpilih untuk ditetapkan sebagai kepala sekolah.

________________

“Yang terpilih akan kami latih, lalu magang di sekolah dengan karakteristik Sekolah Rakyat,” ujar Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat Prof. M. Nuh di kantor Kemensos, Kamis, 22 Mei 2025.

Tak berhenti di situ, mereka juga akan ikut melatih para calon guru yang akan direkrut. “Ada tahapan bertahap. Mulai kepala sekolah, lalu wali asrama, wali asuh, dan terakhir guru,” imbuh mantan Mendikbud itu.

Bacaan Lainnya

M. Nuh menyebut ada tiga kompetensi utama yang wajib dimiliki kepala Sekolah Rakyat. Pertama, empati sosial yang kuat karena mereka akan membina anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Kedua, kemampuan sebagai motivator ulung. “Bisa membangkitkan kepercayaan diri siswa, memompa semangat juang, jadi petarung,” ujarnya.

Ketiga, wawasan luas. “Anak-anak ini harus dibekali bukan hanya semangat, tapi juga kemampuan dan kemauan untuk sukses,” tegasnya.

Para kepala sekolah minimal bergelar sarjana. Jika belum, selama pelatihan kompetensi akan ditekankan. Proses wawancara dilakukan daring, mengingat peserta tersebar dari seluruh penjuru Nusantara.

Sekolah Gratis, Fasilitas Setara Sekolah Unggulan

Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul menegaskan bahwa Sekolah Rakyat bukan sekolah alternatif. “Ini sekolah unggulan. Gratis, tapi fasilitas dan kualitasnya setara sekolah elit,” katanya dalam audiensi bersama tokoh dan pejabat lintas lembaga di Ruang Rapat Mensos, Rabu (21/5).

Sekolah ini didesain untuk anak-anak miskin ekstrem tanpa seleksi akademik atau tes IQ. “Yang penting mau sekolah dan berasal dari keluarga miskin. Ini perintah Presiden, bentuk keberpihakan negara,” tandasnya.

Konsep pembelajaran juga tak biasa. Pendekatannya berbasis potensi dan talenta anak. “Sapi jangan disuruh terbang. Anak kita dibimbing sesuai bakat. Sistemnya talent mapping, bukan kurikulum kaku,” jelas Gus Ipul.

Fasilitas asrama disiapkan dengan memperhatikan kesehatan dan kenyamanan. Anak dengan penyakit seperti TBC akan diobati lebih dulu hingga sembuh sebelum bisa masuk sekolah. Semua biaya ditanggung negara.

Pos terkait