Perum Bulog mencatat telah menyerap sebanyak 2.000.524 ton gabah kering hingga awal Mei 2025. Dengan capaian tersebut, stok cadangan beras pemerintah (CBP) di gudang Bulog kini mencapai 3,6 juta ton. Jumlah ini disebut sebagai pencapaian tertinggi dalam sejarah 57 tahun berdirinya Bulog.
_______________
Direktur Pengadaan Perum Bulog, Prihasto Setyanto, mengatakan stok tersebut siap digunakan untuk mendukung berbagai program pemerintah sesuai dengan penugasan. Ia menegaskan, Bulog akan terus melanjutkan penyerapan hasil panen petani secara optimal untuk memastikan harga gabah tetap menguntungkan petani, sekaligus menjaga ketersediaan beras bagi masyarakat.
“Penyerapan ini penting tidak hanya untuk ketahanan pangan nasional, tetapi juga sebagai bentuk komitmen negara terhadap kesejahteraan petani,” ujar Prihaso dikutip dari laman Perum Bulog, Senin, 12 Mei 2025.
Bulog melakukan penyerapan gabah kering panen langsung dari petani, kelompok tani, hingga gabungan kelompok tani. Selain itu, penyerapan juga dilakukan melalui kerja sama dengan penggilingan padi skala kecil hingga besar di seluruh Indonesia.
Di wilayah Karawang, Bekasi, dan sekitarnya, Bulog Karawang menggencarkan serapan gabah dan beras untuk menjaga stabilitas harga di tingkat petani. Pemimpin Cabang Bulog Karawang, Umar Said, menyampaikan bahwa target pengadaan setara beras di wilayahnya sebesar 75.631 ton.
Hingga awal Mei, serapan gabah telah mencapai 77.000 ton atau 130% dari target 57.300 ton setara gabah. Sementara serapan beras mencapai 23.200 ton atau 84% dari target 27.500 ton.
“Total capaian saat ini sudah 87% dari target. Kami menyerap rata-rata 2.000 ton per hari,” ujar Umar.
Sewa Gudang Tambahan
Tingginya volume penyerapan membuat kapasitas gudang Bulog Karawang hampir penuh. Saat ini, stok beras di Karawang mencapai 120.000 ton. Untuk mengantisipasi lonjakan stok, Bulog Karawang menyewa gudang tambahan dengan kapasitas 50.000 ton setara beras.
“Dengan tambahan ini, kami pastikan penyerapan tetap berjalan. Terutama bagi hasil panen petani yang berpotensi berada di bawah harga acuan pemerintah, kami tetap beli dengan harga Rp6.500 per kilogram GKP,” jelasnya.
Umar menegaskan komitmen Bulog dalam menjaga harga gabah dan beras tetap stabil, serta memastikan kesejahteraan petani melalui serapan maksimal selama musim panen berlangsung.***





