Aturan Baru SPMB SMA di Jatim yang Wajib Dipahami Masyarakat

Mendikdasmen mengganti nama sistem penerimaan siswa baru dari PPDB menjadi SPMB. (Ilustrasi SF)
Ada aturan baru dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025 di Jawa Timur. Salah satunya terkait teknis penerimaan, di mana pada SPMB jalur domisili SMA akan memprioritaskan nilai akademik.

__________

Jika nilai akademik murid sama, maka bakal diperingkat berdasarkan domisili terdekat dengan sekolah tujuan. Jika masih sama, diperingkat usia calon murid yang lebih tua, dan terakhir berdasarkan waktu pendaftaran. Menurut

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, perubahan SPMB 2025 memang tidak terlalu signifikan. Hanya saja, masyarakat perlu memahami bahwa dalam penerimaan jalur domisili SMA tahun ini, faktor jarak bukan lagi prioritas utama.

Bacaan Lainnya

“Tahun ini kebijakan dari pemerintah pusat (Kemendikdasmen) termasuk di dalamnya adalah aturan dalam penerimaan jalur domisili yang menjadi prioritas adalah nilai akademik dulu. Baru nanti, jika ada calon murid baru yang nilainya sama, akan dipertimbangkan melalui jarak rumah,” kata Aries, dikutip Ahad, 4 Mei 2025.

Dengan adanya peraturan baru ini, kata Aries, murid dengan nilai akademik bagus namun jarak rumah agak jauh, misalnya, dapat terakomodir atau berpeluang masuk dalam jalur domisili sebaran, dengan kuota 15 persen.

“Jika dipahami lebih dalam, di jalur zonasi saat PPDB tahun 2024 faktor jarak jadi penilaian utama. Tapi, untuk tahun 2025 ini, faktor nilai menjadi prioritas. Aturan ini hanya berlaku untuk SPMB jenjang SMA. Untuk SMK aturan ini tidak berlaku, tetap menggunakan sistem lama. Artinya jarak masih menjadi prioritas dengan jumlah kuota 10 persen,” ujarnya.

Adanya perubahan baru ini, menurut Aries, telah disosialisasikan melalui 5 gelombang bersama 24 kepala cabang dinas pendidikan wilayah, 38 Dinas Pendidikan dan Kantor Kemenag Kab/Kota di Jatim, serta operator sekolah. Harapannya, melalui sosialisasi ini, mereka akan menindaklanjuti dengan sosialisasi ke sekolah-sekolah.

Sebab, SPMB adalah persoalan krusial yang sangat ditunggu masyarakat. Sebab, masyarakat masih beranggapan bahwa jarak menjadi penentukan utama. Tapi untuk tahun ini berubah dengan prioritas nilai akademik.

Pos terkait