Presiden RI Prabowo Subianto secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap usulan menjadikan Marsinah, aktivis buruh era 1990-an, sebagai pahlawan nasional. Pernyataan itu disampaikan langsung di hadapan lebih dari 200 ribu buruh saat peringatan Hari Buruh Internasional di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Kamis, 1 Mei 2025.
__________
“Saya tanya, kalian punya saran? Mereka bilang, bagaimana kalau Marsinah, Pak? Ya, silakan berembuk dan ajukan secara resmi,” ujar Prabowo, yang disambut tepuk tangan ribuan buruh dari berbagai daerah.
Marsinah dikenal sebagai simbol perjuangan buruh atas keadilan dan hak-hak pekerja. Aktivis buruh perempuan yang dikenal vokal memperjuangkan hak-hak pekerja ini meninggal secara tragis pada 1993, di tengah gelombang penindasan terhadap gerakan buruh di era Orde Baru.
Lahir pada 10 April 1969, Marsinah bekerja sebagai buruh di PT Catur Putra Surya (CPS), Porong, Sidoarjo. Ia aktif memperjuangkan hak rekan-rekannya, termasuk soal upah minimum dan kondisi kerja yang layak.
Namun, perjuangan itu harus dibayar mahal. Marsinah diculik usai terlibat aksi protes bersama rekan-rekannya. Tiga hari kemudian, tepat pada 8 Mei 1993, tubuhnya ditemukan dalam kondisi mengenaskan di sebuah hutan di kawasan Wilangan, Nganjuk.
Hasil autopsi menunjukkan ia mengalami penyiksaan berat sebelum meninggal dunia. Dukungan Presiden Prabowo ini dinilai sebagai bentuk pengakuan terhadap kontribusi besar kaum buruh dalam sejarah bangsa.
Dalam pidatonya, Prabowo kembali menegaskan bahwa buruh adalah kekuatan utama penggerak ekonomi nasional. Ia menyampaikan penghargaan dan apresiasi atas dedikasi para pekerja dalam membangun negeri.
“Saya punya teori ekonomi yang sangat sederhana. Kalau rakyat kecil mendapat penghasilan yang cukup, mereka punya daya beli. Itu menggerakkan ekonomi,” ucap Prabowo seperti dilansir laman Presiden RI.
Presiden menegaskan bahwa pemerintah terus bekerja untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah. “Kami berikan layanan kesehatan gratis, pendidikan, subsidi listrik, bantuan tunai langsung. Total anggaran yang digelontorkan sudah lebih dari Rp500 triliun,” jelasnya.
Ia juga menyatakan komitmen untuk memberikan pendidikan gratis dan memastikan tidak ada anak Indonesia yang kelaparan. “UUD kita jelas. Kekayaan negara harus digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat,” tegasnya.





