Marsinah Pahlawan Nasional, Apa Warisan Terbesarnya bagi Buruh Indonesia?

Kisah Marsinah
Museum Marsinah di Nganjuk. - Istimewa

Marsinah. Sosok buruh perempuan asal Nganjuk, Jawa Timur (Jatim), itu hingga kini tetap dikenang sebagai simbol perjuangan hak para buruh di Indonesia.


Nama Marsinah kembali menggaung menjelang peringatan Hari Buruh, 1 Mei 2026. Sosok buruh perempuan asal Nganjuk, Jawa Timur (Jatim), itu hingga kini tetap dikenang sebagai simbol perjuangan hak para buruh di Indonesia. Marsinah resmi dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden Prabowo Subianto pada 10 November 2025.

Perjuangan Marsinah mencapai titik tragis ketika jasadnya ditemukan dalam kondisi penuh luka pada 8 Mei 1993, setelah sebelumnya aktif menyuarakan tuntutan hak buruh di masa Orde Baru. Peristiwa tersebut menjadi salah satu catatan kelam dalam sejarah perjuangan buruh di tanah air.

Bacaan Lainnya

Marsinah dikenal sebagai buruh yang vokal dan berani menyuarakan keadilan bagi rekan-rekannya. Keberaniannya menghadapi tekanan menjadikannya ikon perlawanan terhadap ketidakadilan di dunia ketenagakerjaan.

Setiap peringatan Hari Buruh, kisah Marsinah selalu kembali diangkat sebagai pengingat pentingnya perlindungan terhadap hak-hak pekerja. Tahun ini, momentum tersebut semakin kuat dengan rencana peresmian Museum Marsinah pada 2 Mei 2026 di Kabupaten Nganjuk.

Marsinah lahir pada 10 April 1969 di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro. Ia merupakan anak kedua dari pasangan Mastin (Astin) dan Sumini. Setelah ibunya meninggal saat ia masih berusia tiga tahun, Marsinah diasuh oleh neneknya, Puriah, bersama bibi Sini dan pamannya, Suraji.

Sejak kecil, Marsinah telah terbiasa hidup mandiri. Ia membantu keluarga dengan berjualan gabah dan jagung di pasar desa. Pendidikan dasarnya ditempuh di SDN Nglundo 2, kemudian melanjutkan ke SMPN 5 Nganjuk dan SMA Muhammadiyah 1 Nganjuk. Di setiap jenjang pendidikan, ia dikenal sebagai sosok cerdas, berani, dan memiliki jiwa kepemimpinan.

Kehadiran Museum Marsinah diharapkan tidak hanya menjadi ruang mengenang sejarah, tetapi juga sebagai pusat edukasi tentang perjuangan hak buruh, nilai keadilan, dan keberanian dalam menyuarakan kebenaran.

Pos terkait