Bagi sebagian orang, 1 Mei identik dengan musim semi di belahan bumi utara—bunga-bunga bermekaran, tarian mengelilingi Maypole, dan langit cerah penuh harapan. Namun, bagi jutaan buruh, 1 Mei bukan sekadar hari libur nasional, melainkan monumen hidup dari peluh, protes, dan solidaritas yang tak pernah padam. Bagaimana kisahnya bermula?
_________________
Pos terkait
May Day Prabowo dan Hantu “Omon-Omon”: Setahun Berlalu, Janji Kembali Diulang
Marsinah Pahlawan Nasional, Apa Warisan Terbesarnya bagi Buruh Indonesia?
Kocak! Demo Buruh Berujung Mahasiswa Interogasi Intel di Semarang
Prabowo Janjikan Lima Hal untuk Buruh, Mulai dari Hapus Outsourcing hingga Bentuk Satgas PHK
Marsinah, Wiji Thukul, dan Tokoh-Tokoh Buruh Indonesia yang Perlu Dikenang





